JurnalPatroliNews – Jakarta – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Cahaya Sholawat Nusantara (YCSN) di Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, resmi beroperasi.
Peresmian unit pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di kampung halaman Bupati Jember ini dilakukan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Indayana, pada Kamis (16/4).
SPPG pimpinan Ismul Hayati tersebut dinyatakan telah memenuhi standar teknis maupun administratif, termasuk kelengkapan dapur yang higienis. Dengan demikian, unit ini siap memproduksi dan mendistribusikan sajian MBG bagi siswa sekolah di wilayah sekitar.
Jember Sebagai Barometer Nasional Kepala BGN Dadan Indayana memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), atas komitmennya menyediakan data sasaran yang akurat hingga tingkat RT/RW. Menurutnya, Jember telah menjadi model percontohan sosialisasi dan implementasi MBG di tingkat nasional.
“Keberhasilan Jember mengintegrasikan data dan kesiapan infrastruktur sosialnya adalah standar yang ingin kita terapkan di seluruh Indonesia,” tutur Dadan.
Saat ini, tercatat ada 141 SPPG yang telah beroperasi di Jember, melayani sekitar 800 ribu jiwa atau 30 persen dari total penduduk. BGN menargetkan jumlah ini meningkat hingga 400 unit agar cakupan layanan bisa meluas hingga ke kelompok lansia dan ibu hamil.
Motor Penggerak Ekonomi Rakyat Selain pemenuhan gizi, program MBG terbukti menjadi stimulan ekonomi lokal. Setiap unit SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan yang mayoritas dialokasikan untuk belanja bahan pangan dari petani, peternak, dan pelaku usaha mikro setempat.
Gus Fawait mengkalkulasi, jika target 400 SPPG tercapai, perputaran uang di Jember melalui program ini dapat mencapai Rp4 triliun per tahun, setara dengan total APBD Jember.
“MBG bukan hanya program bantuan, tetapi program yang menghidupkan masyarakat dari berbagai sisi, membuka peluang bagi mitra lokal untuk tumbuh bersama,” ujar Gus Fawait.
Pengawasan Ketat dan Sertifikasi Higienis Guna menjamin kualitas layanan, Pemkot Jember telah membentuk Satgas MBG yang diketuai Pj Sekda Akhmad Helmi Luqman. Satgas ini bertugas mempermudah perizinan sekaligus melakukan pengawasan ketat terhadap operasional dapur.
Kepala Dinas Kesehatan Jember, Muhammad Zamroni, memastikan bahwa SPPG yang baru diresmikan telah mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS). Meski demikian, Dinkes mencatat baru 77 dari 141 SPPG beroperasi yang memiliki SLHS.
Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat BGN telah menjatuhkan sanksi kepada 58 unit SPPG secara nasional per Maret 2026 akibat kendala higienitas.
“Kami terbuka dan membantu proses perizinan SLHS secara transparan tanpa pungutan. Persyaratan administrasi, pelatihan pegawai, dan sarana prasarana wajib dipatuhi demi keamanan konsumsi masyarakat,” tegas Zamroni.













