Meta Siapkan PHK Massal Mulai Mei 2026, Sekitar 8.000 Karyawan Terdampak


JurnalPatroliNews – MENLO PARK — Raksasa teknologi Meta Platforms dilaporkan akan memulai gelombang pertama pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada 20 Mei 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi efisiensi perusahaan di tengah percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Sejumlah sumber internal menyebutkan, pada tahap awal Meta akan memangkas sekitar 10 persen dari total tenaga kerja globalnya, atau hampir 8.000 karyawan.

Informasi yang dikutip dari Reuters, Sabtu (18/4/2026), menyebutkan bahwa langkah tersebut kemungkinan belum menjadi yang terakhir. Perusahaan disebut masih mempertimbangkan gelombang PHK lanjutan pada paruh kedua tahun ini, meski rincian waktu dan jumlahnya belum ditetapkan.

Pihak Meta belum memberikan komentar resmi terkait jadwal maupun skala PHK tersebut.

CEO Mark Zuckerberg diketahui tengah mendorong transformasi besar dalam operasional perusahaan dengan berfokus pada pengembangan AI. Strategi ini mencakup penyederhanaan struktur organisasi, pengurangan lapisan manajemen, serta peningkatan otomatisasi dalam berbagai lini kerja.

Langkah Meta mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi global. Perusahaan seperti Amazon telah memangkas puluhan ribu karyawan dalam beberapa bulan terakhir, sementara Block Inc. juga melakukan langkah serupa.

Data dari Layoffs.fyi menunjukkan lebih dari 73.000 pekerja sektor teknologi telah kehilangan pekerjaan sepanjang tahun ini, menandakan gelombang efisiensi masih terus berlangsung.

Bagi Meta, kebijakan ini akan menjadi PHK terbesar sejak restrukturisasi besar pada periode 2022–2023 yang dikenal sebagai “tahun efisiensi”, ketika sekitar 21.000 karyawan diberhentikan.

Menariknya, langkah efisiensi ini dilakukan di tengah kondisi keuangan perusahaan yang relatif kuat. Meta dilaporkan membukukan pendapatan lebih dari 200 miliar dolar AS dengan laba sekitar 60 miliar dolar AS pada tahun lalu.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergeseran strategi bisnis, khususnya menuju pemanfaatan AI, kini menjadi faktor utama di balik transformasi besar dalam industri teknologi global.