JurnalPatroliNews – Jakarta -Keluarga besar Pesemetonan Arya Kepakisan Dauh Baleagung (AKDBA) Kabupaten Buleleng menunjukkan kekompakan dalam rangkaian upacara agung Betara Turun Kabeh yang bertepatan dengan piodalan Purnama Kedasa di Pura Agung Besakih, Karangasem.
Dalam momentum suci ini, pesemetonan AKDBA Buleleng melaksanakan kegiatan penganyar sebanyak dua kali sebagai wujud bakti spiritual.
Ketua Pesemetonan AKDBA Kabupaten Buleleng, Lanang Aryawan, menjelaskan bahwa pembagian jadwal penganyar dilakukan guna memastikan partisipasi seluruh krama dari berbagai wilayah di Buleleng.
Penganyar pertama telah sukses dilaksanakan pada Selasa (14/4) oleh perwakilan krama Buleleng Barat, sementara penganyar kedua dilaksanakan pada Minggu (19/4) oleh keluarga besar dari Buleleng Timur.
Sinergi Spiritual Buleleng Barat dan Timur Prosesi penganyar pada hari terakhir rangkaian bakti pesemetonan ini dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dan berlangsung dengan khidmat hingga pukul 10.30 WITA.
Seluruh krama mengawali rangkaian persembahyangan bersama di kawasan pedarman, yang kemudian dilanjutkan menuju Penataran Agung Pura Besakih.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembersihan diri secara spiritual, tetapi juga menjadi wadah penguatan solidaritas antaranggota pesemetonan. Suasana kekeluargaan tampak begitu kental, terutama saat seluruh krama melakukan kegiatan makan bersama setelah rangkaian upacara selesai dilaksanakan.
Harapan dan Apresiasi Pesemetonan Lanang Aryawan menyampaikan harapannya agar melalui bakti penganyar ini, seluruh keluarga besar Pesemetonan Arya Kepakisan Dauh Baleagung senantiasa mendapatkan tuntunan, perlindungan, serta anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam menjalani setiap aktivitas kehidupan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ikatan persaudaraan agar ke depan pesemetonan dapat terus berkontribusi positif bagi kemajuan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Buleleng dan Bali pada umumnya.
Selain itu, apresiasi diberikan kepada panitia pelaksana di Pura Besakih atas koordinasi yang baik, sehingga ribuan umat dapat melaksanakan prosesi dengan tertib dan lancar.
Rangkaian kegiatan seperti ini dipastikan akan tetap menjadi agenda rutin pesemetonan di masa mendatang. Selain sebagai kewajiban dalam menjalankan dharma, kegiatan turun kabeh ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh fondasi sosial dan spiritual internal keluarga besar AKDBA Buleleng.














