JurnalPatroliNews – Jakarta -Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menerima audiensi dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (DPM FHIS) Undiksha di Gedung DPRD Buleleng pada Senin pagi.
Pertemuan strategis ini diadakan untuk membahas hasil kajian akademis mahasiswa mengenai dua isu krusial yaitu RUU Polri dan kebijakan Bahan Bakar Minyak atau BBM.
Ketua DPM FHIS Undiksha, Carles Parlindungan Harefa, menjelaskan bahwa audiensi tersebut bertujuan untuk membangun komunikasi konstruktif dalam mengawal kebijakan publik.
Mahasiswa ingin memastikan bahwa setiap kebijakan negara tetap berpihak pada kepentingan rakyat melalui penyampaian pandangan kritis dan hasil riset mendalam.
Dalam forum dialog tersebut, para mahasiswa memaparkan keresahan masyarakat mengenai pengesahan UU Polri yang baru saja dilakukan oleh pemerintah pusat.
Selain itu, dampak penyesuaian harga BBM yang berpengaruh langsung terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat daerah juga menjadi poin utama pembahasan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketut Ngurah Arya menegaskan bahwa suara dari daerah tetap memiliki ruang yang sangat penting untuk disampaikan ke pusat.
Ia menyatakan komitmen lembaga legislatif Buleleng untuk meneruskan hasil kajian akademis mahasiswa tersebut ke tingkat DPR RI.
Terkait masalah energi, Ketua DPRD menjelaskan bahwa dinamika geopolitik global saat ini memang sangat memengaruhi pasokan dan harga BBM di dalam negeri.
Kenaikan harga tersebut diakui berdampak langsung pada biaya transportasi serta lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di daerah.
Pemerintah daerah memandang perlunya langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli warga yang terdampak.
Mahasiswa juga memberikan usulan mengenai perlunya pengawasan distribusi BBM yang lebih ketat agar bantuan subsidi dapat tepat sasaran.
Pihak DPRD Buleleng mengapresiasi cara mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi yang dinilai sangat akademis dan argumentatif tanpa perlu turun ke jalan.
Ketua DPRD menilai bahwa ruang dialog seperti ini merupakan bentuk partisipasi demokrasi yang sangat sehat bagi perkembangan daerah.
Pertemuan ini diakhiri dengan harapan agar sinergi antara akademisi dan pemerintah terus terjalin demi kepentingan masyarakat Buleleng yang lebih luas.















Komentar