JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa dinamika dunia kerja saat ini menuntut tenaga kerja untuk memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, mengandalkan ijazah formal saja tidak lagi cukup untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang bergerak sangat cepat.
Penegasan tersebut disampaikan Afriansyah saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Serikat Pekerja Sucofindo di Jakarta, Rabu (22/4). Ia menyebut kompetensi dan sertifikasi kini menjadi instrumen vital agar pekerja mampu bersaing dan beradaptasi.
“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi. Sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri,” ujar Afriansyah Noor.
Sinergi Pelatihan dan Sertifikasi
Wamenaker menjelaskan bahwa penguatan kompetensi dapat ditempuh melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga pelatihan strategis. Kemnaker sendiri telah menyediakan fasilitas melalui Balai Pelatihan Vokasi, Politeknik Ketenagakerjaan, hingga kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Program-program ini mencakup pelatihan vokasi dan peningkatan keterampilan (up-skilling) yang dirancang khusus untuk memenuhi standar industri modern. Dengan memiliki sertifikat kompetensi yang diakui, pekerja memiliki bukti nyata atas keahlian yang mereka kuasai.
Dorong Hubungan Industrial yang Harmonis
Selain aspek teknis, Afriansyah juga menyoroti pentingnya menjaga iklim kerja yang kondusif. Ia mengajak seluruh anggota Serikat Pekerja Sucofindo untuk mengedepankan komunikasi dua arah dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan ketenagakerjaan.
“Jika komunikasi berjalan baik dan semua pihak saling mendukung, maka perusahaan akan maju dan pekerja semakin sejahtera,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, menyatakan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah pilar utama keberhasilan bisnis. Ia berkomitmen untuk terus menjaga kesejahteraan pegawai sebagai bagian dari keberlanjutan perusahaan.
“Dengan semangat kebersamaan, saling percaya, dan komitmen yang kuat, kita dapat terus menjaga harmoni dan bersama-sama mengawal masa depan perusahaan menjadi lebih baik,” pungkas Sandry.













