Kelompok Afiliasi al-Qaeda Klaim Tanggung Jawab atas Gugurnya Menhan Mali

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kabar duka menyelimuti Pemerintah Mali setelah Menteri Pertahanan Sadio Camara dilaporkan tewas dalam sebuah serangan mematikan yang menargetkan kediaman pribadinya.

Serangan yang terjadi di kota strategis Kati tersebut diduga kuat didalangi oleh kelompok pemberontak yang memiliki afiliasi dengan jaringan teroris global al-Qaeda.

Juru bicara pemerintah, Issa Ousmane, mengonfirmasi pada Minggu (26/3) bahwa insiden tersebut bermula ketika sebuah kendaraan berisi bahan peledak yang dikemudikan oleh seorang pelaku bom bunuh diri menabrak rumah dinas Camara pada hari sebelumnya. Benturan keras tersebut segera diikuti oleh aksi baku tembak sengit di sekitar lokasi kejadian.

Sadio Camara dilaporkan sempat bertahan meski mengalami cedera serius akibat ledakan tersebut. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Lokasi serangan, yakni Kota Kati, merupakan wilayah militer penting yang hanya berjarak sekitar 15 kilometer di sebelah utara ibu kota Mali, Bamako.

Tak lama setelah insiden tersebut, kelompok militan Jama’at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas operasi tersebut. Dalam pernyataannya, kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda ini mengklaim bahwa serangan dilakukan dengan bantuan dari kelompok pemberontak etnis Tuareg.

Hingga saat ini, otoritas berwenang Mali belum merilis data resmi mengenai total jumlah korban jiwa, baik dari pihak militer maupun warga sipil yang berada di sekitar lokasi ledakan.

Perwakilan pemerintah, Coulibaly, menyatakan rasa duka yang mendalam atas jatuhnya korban dalam tragedi yang mengguncang stabilitas keamanan nasional tersebut.

Kematian Sadio Camara memicu gelombang keprihatinan internasional, terutama dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Melalui kantor juru bicaranya, Sekretaris Jenderal PBB mengutuk keras aksi kekerasan tersebut dan mendesak penghentian segera segala bentuk tindakan terorisme yang terus menghantui wilayah Afrika Barat, khususnya di Mali. Pihak PBB menekankan pentingnya stabilitas keamanan demi menjaga keselamatan warga sipil di kawasan tersebut.