JurnalPatroliNews – Bekasi – Proses evakuasi terhadap penumpang yang menjadi korban kecelakaan antara KRL Commuter Line Cikarang Line dan KA Argo Bromo Anggrek masih terus berlangsung di Stasiun Bekasi Timur.
Insiden yang terjadi pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 21.00 WIB ini dilaporkan mengakibatkan sejumlah penumpang terjepit di dalam rangkaian gerbong yang mengalami kerusakan parah.
Titik fokus evakuasi berada pada gerbong 10 yang merupakan area khusus wanita. Gerbong tersebut dilaporkan terbelah dan ringsek setelah dihantam oleh lokomotif KA Argo Bromo Anggrek.
Petugas gabungan dari berbagai unsur saat ini tengah berupaya keras mengeluarkan para penumpang yang masih terjepit di antara puing-puing badan kereta.
Di lokasi kejadian, sejumlah unit ambulans telah disiagakan untuk segera membawa para korban yang berhasil dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban jiwa maupun luka-luka belum dapat dikonfirmasi karena proses penyelamatan masih menjadi prioritas utama petugas di lapangan.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi terjadinya peristiwa memilukan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa insiden bermula dari gangguan perjalanan yang dialami rangkaian KRL setelah sebelumnya menemper sebuah unit taksi di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal. Akibat kecelakaan dengan taksi tersebut, posisi KRL terhenti di tengah jalur.
Dalam kondisi rangkaian KRL yang belum sempat bergerak kembali, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah yang sama menghantam bagian belakang rangkaian KRL tersebut.
Benturan keras tidak dapat terhindarkan mengingat jarak yang sudah terlalu dekat, yang kemudian mengakibatkan kerusakan fatal pada gerbong belakang KRL hingga keluar dari lintasan rel.
Petugas kepolisian dan pihak KAI masih melakukan sterilisasi di area kejadian guna mempermudah mobilitas tim medis dan alat berat.
Masyarakat diimbau untuk tidak mendekat ke area rel demi keamanan proses evakuasi yang diperkirakan akan berlangsung hingga dini hari.














