Erupsi Gunung Dukono Telan Korban Jiwa, Tim SAR Evakuasi 15 Pendaki Selamat

JurnalPatroliNews – Jakarta – Gunung Api Dukono yang terletak di Pulau Halmahera, Maluku Utara, mengalami erupsi hebat pada Jumat pagi (8/5/2026).

Peristiwa yang terjadi pada pukul 07.41 WIT tersebut mengakibatkan sejumlah pendaki terjebak di area puncak, dengan laporan terbaru mengonfirmasi adanya korban jiwa serta luka-luka akibat material letusan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa hasil pengamatan menunjukkan kolom erupsi berwarna putih hingga hitam dengan intensitas tebal mencapai ketinggian 10.000 meter.

Erupsi ini juga disertai dengan dentuman suara yang terekam pada sismogram dengan durasi mencapai 967,56 detik. Akibat tingginya aktivitas vulkanik tersebut, sedikitnya lima orang pendaki dilaporkan mengalami luka-luka dan segera mendapatkan penanganan medis.

Laporan dari Kantor SAR Ternate menyebutkan terdapat total 20 pendaki yang terjebak saat letusan terjadi, termasuk di antaranya sembilan warga negara asing asal Singapura. Proses pencarian dan evakuasi segera dilakukan setelah Basarnas Command Center menerima sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin milik salah satu pendaki di titik koordinat puncak.

Puluhan personel gabungan dari TNI, Kepolisian, dan relawan dikerahkan menuju lokasi untuk menyisir para korban yang masih tertahan.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengonfirmasi bahwa hingga Jumat sore, sebanyak 15 pendaki dan dua orang porter telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meskipun mengalami luka ringan.

Namun, duka menyelimuti operasi ini setelah tiga orang pendaki lainnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Saat ini, para penyintas tengah menjalani perawatan intensif oleh tim Dinas Kesehatan di pos pengamatan gunung api setempat.