JurnalPatroliNews – Jakarta – Memasuki hari ke-19 masa operasional haji 2026, gelombang kedatangan jemaah Indonesia di Tanah Suci terus meningkat. Hingga Sabtu (9/5), tercatat sebanyak 117.452 jemaah yang terbagi dalam 303 kloter telah mendarat di Arab Saudi.
Menanggapi volume jemaah yang kian masif, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mempertebal pengamanan dan kualitas layanan di Makkah.
Penguatan layanan ini mencakup empat pilar utama: akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan. Langkah ini diambil untuk menjamin jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman dan khusyuk sebelum memasuki fase puncak haji.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah masih berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 165 kloter dengan total 63.822 jemaah telah berada di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. Sementara itu, kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, juga terus mengalir dengan catatan 10.731 jemaah dari 28 kloter.
“Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik, mulai dari hotel yang nyaman hingga layanan kesehatan yang responsif. Kami ingin jemaah fokus beribadah tanpa terbebani masalah teknis,” ujar Ichsan di Makkah.
Di sektor logistik, efisiensi distribusi makanan menjadi sorotan. Sebanyak 2,7 juta box makanan telah disalurkan, dengan rincian 2,1 juta box di Madinah dan lebih dari 650 ribu box di Makkah. Untuk menunjang mobilitas jemaah menuju Masjidil Haram, Bus Selawat telah mengoperasikan 17 rute strategis dengan total 969 perjalanan harian.
Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus pada sektor kesehatan di tengah suhu ekstrem yang mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius.
Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 19.549 jemaah telah menjalani rawat jalan, sementara 170 jemaah lainnya mendapatkan perawatan intensif di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
“Kami mengimbau jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan, banyak minum air, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas luar ruangan di saat cuaca terik. Menjaga fisik adalah bagian vital menuju puncak haji,” lanjut Ichsan.
Kemenhaj kembali menegaskan komitmen “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” sebagai landasan pelayanan tahun ini.
Seluruh petugas haji diinstruksikan untuk tetap siaga 24 jam guna mendampingi jemaah, terutama dalam menghadapi kepadatan yang diprediksi akan terus meningkat menjelang wukuf di Arafah.














