JurnalPatroliNews – Jakarta – Upaya pencarian terhadap Arief Wibisono (25), mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB angkatan 2024 yang dilaporkan hilang di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, kini memasuki hari ketiga.
Hingga Senin (11/5) siang, keberadaan pendaki tersebut masih menjadi misteri setelah dinyatakan hilang kontak sejak Sabtu (9/5) sore.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Bandung, M Adip, mengonfirmasi bahwa kekuatan personel terus ditingkatkan guna mempercepat proses penemuan korban.
Sebanyak 70 personel yang terdiri dari Basarnas dan unsur SAR gabungan dari berbagai organisasi relawan kini diterjunkan ke lokasi pencarian.
Proses pencarian di hari ketiga ini dilakukan dengan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Tim fokus menyisir jalur pendakian utama, area lembah, hingga menyusuri aliran sungai yang berada di kaki gunung.
Fokus utama tim juga mencakup titik-titik rawan dan tebing curam yang dianggap sulit dijangkau untuk memastikan tidak ada area yang terlewat.
Berdasarkan kronologi kejadian, Arief dikabarkan hilang kontak saat sedang dalam perjalanan turun dari Gunung Puntang pada Sabtu sore.
Tantangan utama yang dihadapi tim di lapangan saat ini adalah kondisi medan yang terjal serta cuaca yang fluktuatif di sekitar kawasan pegunungan Bandung Selatan tersebut.
Basarnas mengimbau kepada masyarakat dan pihak keluarga untuk terus mendoakan agar korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Sesuai prosedur yang berlaku, operasi pencarian akan terus dilakukan secara intensif sembari melakukan evaluasi harian berdasarkan kondisi medan dan temuan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, posko utama SAR gabungan masih terus melakukan koordinasi ketat untuk memantau pergerakan regu yang berada di atas gunung.
Pihak kampus ITB juga dilaporkan terus menjalin komunikasi dengan otoritas terkait untuk memantau perkembangan proses evakuasi rekan mereka.














