Harga Sawit Bangkit ke Level 4.551 Ringgit, Terdorong Sentimen Minyak Global


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut, harga kontrak minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Malaysia kembali menguat pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif dari pasar minyak nabati global hingga lonjakan harga minyak mentah dunia.

Di Bursa Malaysia, kontrak CPO untuk pengiriman Juli tercatat naik 1,02 persen ke level 4.551 Ringgit per metrik ton pada jeda perdagangan siang.

Penguatan harga sawit didorong oleh naiknya harga minyak nabati pesaing, terutama minyak kedelai (soyoil) di pasar Dalian, Tiongkok, dan Chicago, Amerika Serikat. Karena kedua komoditas tersebut bersaing dalam pasar minyak nabati global, kenaikan harga minyak kedelai secara otomatis meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai alternatif.

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah dunia juga turut memberikan sentimen positif bagi pasar sawit. Memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran serta penutupan sebagian jalur pelayaran di Selat Hormuz mendorong harga energi global naik tajam.

Kondisi tersebut meningkatkan permintaan terhadap CPO sebagai bahan baku biodiesel, yang menjadi salah satu penopang utama konsumsi minyak sawit dunia.

Faktor lain yang ikut menopang kenaikan adalah pelemahan nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap Dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat harga CPO menjadi relatif lebih murah bagi pembeli internasional, sehingga meningkatkan minat impor dari pasar global.

Sementara itu, data terbaru dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan stok minyak sawit Malaysia pada April 2026 naik tipis menjadi 2,31 juta ton. Kenaikan stok terjadi seiring lonjakan produksi sebesar 18 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Meski ekspor sempat mengalami penurunan sepanjang April, sinyal pemulihan mulai terlihat pada awal Mei. Berdasarkan data awal dari lembaga survei kargo Intertek, ekspor sawit Malaysia tercatat meningkat sebesar 8,5 persen pada periode awal bulan ini.

Kombinasi antara penguatan harga minyak nabati global, kenaikan permintaan biodiesel, serta membaiknya data ekspor membuat pelaku pasar kembali optimistis terhadap prospek harga CPO dalam jangka pendek.

Jika sentimen global tetap mendukung, harga sawit diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.