JurnalPatroliNews – Jakarta – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyatakan menghargai keputusan SMAN 1 Pontianak yang memilih untuk tidak berpartisipasi dalam pelaksanaan final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Sikap resmi sekolah tersebut telah disampaikan langsung kepada pimpinan MPR dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung MPR RI, Jakarta, pada Kamis (14/5).
Ketua Badan Sosialisasi MPR, Abraham Liyanto, mengungkapkan bahwa pimpinan MPR telah menerima kunjungan Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, dan jajaran untuk membahas polemik yang terjadi.
Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh sejumlah pimpinan MPR lainnya, termasuk Hidayat Nur Wahid dan Eddy Soeparno. Abraham menegaskan bahwa pihak MPR memahami sepenuhnya landasan keputusan yang diambil oleh sekolah tersebut.
Dukungan untuk SMAN 1 Sambas Melalui pernyataan resmi di akun media sosialnya, SMAN 1 Pontianak menegaskan tidak akan terlibat dalam lomba ulang yang direncanakan oleh MPR RI.
Pihak sekolah memilih untuk menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan menyatakan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menekankan bahwa langkah yang diambil sekolah sejak awal bukan bertujuan untuk menganulir hasil lomba atau menyerang kredibilitas juri.
Upaya tersebut murni merupakan ikhtiar untuk mendapatkan klarifikasi atas kesalahan juri demi mewujudkan kompetisi yang transparan, objektif, dan akuntabel.
Sekolah berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas dalam pendidikan.
Menunggu Keputusan Rapim MPR Terkait nasib pelaksanaan final ulang tersebut, MPR akan membawa hasil pertemuan ini ke dalam rapat pimpinan gabungan yang dijadwalkan pada Senin, 18 Mei mendatang.
Forum tersebut akan mendiskusikan serta memutuskan kelanjutan dari polemik LCC Empat Pilar di wilayah Kalimantan Barat tersebut.
SMAN 1 Pontianak sendiri mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan dan tetap menjaga iklim pendidikan yang kondusif.
Pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi di ruang publik akibat persoalan teknis dalam perlombaan tersebut.













