AS-China Susun Protokol AI Guna Cegah Akses Aktor Non-Negara pada Teknologi Canggih

JurnalPatroliNews – Jakarta – Delegasi dari Amerika Serikat (AS) dan China dijadwalkan akan membahas secara mendalam mengenai aturan pengamanan atau guardrails kecerdasan buatan (AI) dalam pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan strategis ini berlangsung di Beijing pada Jumat (15/5/2026).

Selain membahas aturan pengamanan, kedua negara berkepentingan untuk menyusun protokol praktik terbaik sebagai langkah preventif.

Fokus utama dari protokol ini adalah untuk mencegah aktor non-negara mendapatkan akses ke model AI yang paling canggih saat ini.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam wawancara dengan CNBC menegaskan pentingnya bagi Washington untuk tetap mempertahankan keunggulannya atas Beijing dalam perlombaan teknologi AI. Menurut Bessent, keunggulan di sektor ini merupakan hal yang paling krusial bagi kepentingan Amerika Serikat.

Bessent juga menilai bahwa ketertarikan China untuk membahas guardrails AI menunjukkan bahwa isu keamanan teknologi telah menjadi perhatian bersama yang mendesak bagi kedua negara

Namun, ia menekankan bahwa pemerintah AS tidak ingin langkah-langkah keamanan tersebut justru menghambat laju inovasi.

Tanggung jawab utama kedua negara saat ini adalah menemukan perhitungan yang tepat guna memastikan inovasi maksimal dapat berjalan beriringan dengan tingkat keamanan tertinggi.

Pembahasan mengenai AI ini menjadi salah satu agenda baru yang sangat dinantikan dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Trump-Xi, di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia.