JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menghadiri sekaligus mengikuti jalannya Rapat Kerja (Raker) bersama jajaran Komisi I DPR RI. Agenda penting yang berlangsung di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa (19/5) ini digelar dalam rangka membedah secara mendalam seputar perkembangan dinamika geopolitik global serta sejauh mana kesiapan sistem pertahanan nasional.
Forum ini juga diikuti oleh Menteri Pertahanan RI, Panglima TNI, beserta para Kepala Staf Angkatan dari tiap matra.
Jalannya rapat kerja tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto. Selain Kasad, hadir pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta jajaran pejabat utama dari lingkungan Markas Besar TNI dan Kementerian Pertahanan.
Dalam kesempatan tersebut, Kasad memberikan pemaparan bahwa institusi TNI Angkatan Darat terus bergerak aktif melakukan eskalasi kesiapan operasional di setiap satuan sekaligus menggembleng kapasitas kemampuan prajurit.
Langkah strategis ini dinilai mutlak diperlukan guna mengantisipasi sekaligus menghadapi eskalasi ancaman keamanan yang kini berkembang menjadi semakin kompleks serta bersifat multidimensional.
Salah satu cetak biru yang sedang dimatangkan oleh jajaran matra darat adalah program pengembangan Batalyon Teritorial Pembangunan atau Yon TP di sejumlah wilayah Indonesia.
Maruli menguraikan kepada awak media pasca-berakhirnya rapat bahwa program Yon TP ini direncanakan dengan formula yang sangat matang.
Target ke depannya diharapkan setiap wilayah kabupaten memiliki satu unit batalyon teritorial, yang nantinya akan diperkuat dengan kehadiran batalyon-batalyon kecabangan pendukung seperti satuan pertahanan udara, Artileri Medan atau Armed, Zeni, dan kecabangan lainnya.
Ia juga menambahkan bahwa animo dari daerah terhitung sangat tinggi, di mana hampir seluruh otoritas wilayah menanyakan perihal skedul realisasi pembangunan satuan militer baru tersebut di daerah mereka.
Sokong Program Prioritas Presiden dan Ketegasan Hukum Internal Di samping fokus pada penguatan alutsista dan organisasi tempur, Kasad juga memberikan penegasan bahwa jajaran TNI AD berdiri tegak mendukung penuh seluruh program pembangunan prioritas yang diusung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Beberapa program kemasyarakatan yang kini aktif dikawal oleh prajurit Angkatan Darat di antaranya meliputi proyek pembangunan infrastruktur jembatan, penyediaan sarana air bersih bagi warga, serta penguatan sektor pertanian.
Langkah ini menjadi bagian integral dari kontribusi TNI AD dalam mempercepat akselerasi pembangunan serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat luas.
Menanggapi pertanyaan seputar adanya rentetan peristiwa hukum yang menyeret oknum prajurit belakangan ini, Jenderal Maruli melempar pernyataan tegas.
Dirinya memastikan komitmen institusi TNI AD tidak akan pernah goyah dalam menegakkan pilar disiplin militer serta siap memproses setiap bentuk pelanggaran secara transparan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di tanah air.
Terhadap segala bentuk pelanggaran, ia menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk melakukan penindakan tegas sesuai dengan aturan baku yang berlaku.
Selain mengupas tuntas variabel situasi geopolitik dunia, forum rapat kerja tersebut juga menitikberatkan perhatian pada urgensi penguatan perimeter keamanan di wilayah perbatasan negara, peningkatan sistem pertahanan siber, hingga perluasan kerja sama militer dengan negara-negara sahabat sebagai bagian dari implementasi diplomasi pertahanan Indonesia.
Merespons paparan tersebut, pihak Komisi I DPR RI melayangkan apresiasi yang tinggi atas segala langkah taktis dan strategis yang telah diimplementasikan oleh jajaran TNI dalam mengawal stabilitas keamanan nasional di tengah pusaran krisis global yang terus bergejolak.
DPR juga kembali mengingatkan perihal krusialnya menjaga sinergitas yang kokoh antara unsur pemerintah, TNI, serta seluruh elemen bangsa demi memperkuat fondasi sistem pertahanan negara.














