Nilai Coreng Nama Negara, PM Netanyahu Sebut Aksi Ben Gvir Tak Sejalan dengan Norma Israel

JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketegangan di internal kabinet pemerintahan Israel kini resmi pecah ke permukaan. Langkah kontroversial Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben Gvir, yang mengunggah rekaman video penangkapan para aktivis kemanusiaan Gaza pada Rabu (20/5), tidak hanya memicu kemarahan global, melainkan juga berujung pada kecaman keras dari dalam negerinya sendiri.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar terpantau kompak melayangkan kritik tajam dan mengecam keras tindakan Ben Gvir tersebut.

Di dalam video yang dipublikasikan oleh Ben Gvir, para relawan kemanusiaan yang dicegat saat berlayar menuju Gaza terlihat dalam kondisi tangan terikat erat dan dipaksa bersujud di tanah dengan dikelilingi oleh barisan aparat keamanan Israel. Unggahan visual tersebut dinilai telah memicu kerusakan diplomasi yang fatal bagi Israel di panggung internasional.

Menlu Israel, Gideon Saar, melalui pernyataan resmi di akun X pribadinya @gidoonsaar pada Kamis (21/5), meluapkan kekesalannya dengan menyebut tindakan Ben Gvir sebagai perilaku memalukan yang merugikan negara. Saar menegaskan bahwa ini bukan kali pertama Ben Gvir berulah.

Tindakan tersebut dinilai telah membuang sia-sia kerja keras profesional dari banyak pihak, mulai dari jajaran prajurit militer IDF hingga jajaran diplomat di Kementerian Luar Negeri.

Dengan nada menohok, Saar menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Ben Gvir sama sekali bukanlah representasi atau wajah dari negara Israel.

Sikap Senada PM Netanyahu dan Perlawanan Balik Ben Gvir Sikap defensif juga ditunjukkan oleh PM Benjamin Netanyahu.

Melalui akun X resmi Perdana Menteri Israel @IsraeliPM, Netanyahu menyatakan bahwa manuver yang dilakukan oleh Menteri Ben Gvir terkait para aktivis flotilla kemanusiaan tersebut mutlak tidak selaras dengan nilai-nilai serta norma yang dianut oleh Israel. Tindakan itu dinilai telah mencoreng nama baik Israel di mata dunia.

Kendati demikian, Netanyahu memastikan kebijakan pengusiran terhadap para relawan tetap berjalan. Ia menegaskan telah menginstruksikan seluruh otoritas terkait untuk segera mengeksekusi proses deportasi bagi para aktivis yang ia sebut sebagai provokator tersebut.

Mendapat serangan dan kecaman bertubi-tubi dari rekan sejawatnya di kabinet, Itamar Ben Gvir justru menunjukkan sikap menolak tunduk dan balik melawan.

Ia menyatakan rasa bangganya atas performa kementerian yang ia pimpin dalam menindak pihak-pihak yang ia labeli sebagai pendukung teror.

Ben Gvir berdalih, meski ada beberapa dokumentasi gambar yang tidak disukai oleh Gideon Saar, bagi dirinya hal tersebut merupakan sebuah kebanggaan.

Di tengah konfrontasi politik tersebut, nasib dan pemenuhan hak-hak hukum dari para aktivis internasional yang ditahan dikabarkan mulai ditangani oleh sebuah lembaga non-profit bernama Adalah.

Perwakilan dari Adalah dilaporkan telah berhasil menemui para tahanan guna mengupayakan langkah hukum pembebasan.

Berdasarkan draf data dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di dalam daftar manifes para korban penahanan sepihak oleh militer Israel tersebut, terkonfirmasi ada 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang mencakup jurnalis dan aktivis kemanusiaan, dengan perincian sebagai berikut:

Hendro Prasetyo, merupakan delegasi resmi dari lembaga GPCI, ditangkap di atas Kapal Kasr-1.

Thoudy Badai, bertugas sebagai Jurnalis dari media Republika, ditangkap di atas Kapal Ozgurluk.

Rahendro Herubowo, berstatus sebagai relawan. Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono memberikan konfirmasi bahwa Rahendro sudah mengundurkan diri atau resign dari iNews sejak Agustus 2022 silam. Ia berada di Kapal Ozgurluk.

Bambang Noroyono, bertugas sebagai Jurnalis dari media Republika, ditangkap di atas Kapal Boralize.

Andre Prasetyo Nugroho, bertugas sebagai Jurnalis dari media TV Tempo, ditangkap di atas Kapal Ozgurluk.

Andi Angga, bergerak dalam kapasitasnya sebagai Aktivis kemanusiaan, berada di dalam Kapal Josef.

Herman Budiyanto Sudarsono, bergerak dalam kapasitasnya sebagai Aktivis kemanusiaan, berada di dalam Kapal Zafiro.

Ronggo Wirasano, bergerak dalam kapasitasnya sebagai Aktivis kemanusiaan, berada di dalam Kapal Zafiro.

Asad Aras Muhammad, merupakan delegasi resmi dari lembaga GPCI, ditangkap di atas Kapal Kasr-1.