JurnalPatroliNews – Tangerang Selatan- Komitmen nyata dalam menghadirkan sistem tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel kembali membuahkan apresiasi bergengsi di tingkat regional.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) secara resmi dilaporkan berhasil memborong dua kategori penghargaan sekaligus dalam bidang percepatan digitalisasi transaksi daerah.
Penghargaan prestisius tersebut diserahkan secara langsung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten dalam rangkaian acara Shafara dan Digiwara Festival 2026 yang digelar di Pondok Aren pada Jumat lalu (22/5). Agenda akbar ini terpantau turut disaksikan oleh Penjabat Gubernur Banten, Andra Soni.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan rasa duka bangga dan apresiasi tertinggi atas kepercayaan yang diberikan oleh bank sentral tersebut.
Adapun dua kategori penghargaan yang sukses dibawa pulang meliputi Pemerintah Daerah dengan Rasio Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Non Tunai Tertinggi.
Selain itu, Tangsel juga dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah dengan Utilisasi Pembayaran Digital Tertinggi se-Provinsi Banten.
Pilar menegaskan bahwa capaian gemilang ini wajib dijadikan sebagai pelecut semangat bagi jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat sistem pelayanan publik.
Inovasi QRIS PBB Hingga Dorongan Pengembangan Ekosistem Produk Halal Keberhasilan administrasi keuangan Tangsel ini nyatanya sejalan dengan status Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tangerang Selatan yang sudah diakui menjadi yang terbaik di level nasional.
Berdasarkan wejangan dari Gubernur Banten, Pilar menyebut Tangsel dituntut untuk selalu melangkah lebih maju di depan dalam menciptakan terobosan baru mengingat ketatnya arus persaingan antarwilayah.
Salah satu indikator penilaian utama dalam penghargaan ini keberhasilan integrasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang kini sudah bisa diakses menggunakan barcode QRIS.
Ke depan, skema nontunai ini bakal direplikasi pada sektor retribusi lain agar penerimaan daerah semakin melesat tinggi
Tidak hanya fokus pada digitalisasi kas daerah, Pilar juga membidik potensi strategis dari ceruk pengembangan ekonomi syariah, khususnya pada klaster industri produk halal.
sosiologis masyarakat Tangsel yang religius dinilai menjadi modal dasar kuat untuk menyasar sektor ekonomi skala menengah ke atas ini.
Sinergi lintas sektor bersama dunia pendidikan, kesehatan, dan komunitas bisnis diyakini mampu mempercepat pasar halal.
Saat ini, inisiatif ekonomi syariah level UMKM dilaporkan sudah berjalan subur berkat adanya sokongan dari pihak manajemen Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) serta deretan masjid besar lainnya di Tangsel.















Komentar