JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, memberikan penegasan serius mengenai krusialnya pembentukan kesiapan kerja yang inklusif bagi kelompok generasi muda di tanah air
Langkah strategis tersebut dipandang sangat mendesak di tengah pusaran percepatan transformasi roda ekonomi digital global yang menuntut adanya lonjakan keterampilan serta akses kesempatan kerja yang setara
Pokok pikiran tersebut disuarakan secara lantang oleh Wamenaker saat menghadiri seremonial peluncuran program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital Inklusif atau ANDAL
Agenda peluncuran program kepemudaan yang diinisiasi oleh yayasan YCAB Foundation tersebut diselenggarakan secara khidmat di ibu kota Jakarta pada hari Selasa
Afriansyah Noor memaparkan bahwa potret penyiapan kapasitas generasi muda dalam menembus barikade dunia kerja saat ini masih terbentur oleh sederet tantangan yang cukup kompleks
Hambatan utama yang paling dirasakan di lapangan adalah terkait dengan jalur akses pendidikan, program pelatihan, serta ruang pengembangan keterampilan yang distribusinya dinilai belum merata di berbagai daerah
Otoritas ketenagakerjaan menegaskan bahwa ketimpangan kondisi tersebut kini bertindak sebagai fokus perhatian utama pemerintah dalam merumuskan penguatan struktur kebijakan ketenagakerjaan nasional
Oleh karena itu, negara memandang perlu adanya ekspansi perluasan akses pelatihan kerja serta eskalasi peningkatan kompetensi SDM yang digulirkan secara berkesinambungan dan berkelanjutan
Wamenaker juga menggarisbawahi bahwa lompatan akselerasi ekonomi digital wajib dibarengi dengan pembenahan mutu dan kualitas para pencari kerja lokal
Penguatan kualitas personal ini mutlak dibutuhkan agar para tenaga kerja muda mampu beradaptasi dengan lincah mengikuti gerak kebutuhan dunia industri yang terus berkembang dinamis
Pihak kementerian memastikan bahwa pemerintah terus memperkokoh fondasi transformasi pelatihan vokasi agar karakternya menjadi jauh lebih responsif terhadap denyut perkembangan industri dan dinamika pasar kerja
Prinsip Inklusivitas dan Penguatan Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional
Lebih dalam lagi, Afriansyah Noor memberikan catatan tebal mengenai penempatan prinsip inklusivitas di dalam setiap draf kebijakan ketenagakerjaan berskala nasional
Prinsip kesetaraan tersebut mencakup segala bentuk ikhtiar nyata untuk membuka lebar-lebar pintu kesempatan kerja serta mendirikan lingkungan kerja yang bersih dari segala macam praktik diskriminasi sosial
Nilai inklusivitas diposisikan sebagai pilar fundamental yang mengikat dalam kebijakan nasional demi menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan penghidupan yang layak
Di sisi lain, jajaran Kementerian Ketenagakerjaan terus mengerahkan daya upaya untuk mempertebal ketahanan ekosistem ketenagakerjaan domestik lewat peluncuran berbagai program strategis
Beberapa program andalan yang kini tengah dipacu meliputi program pengembangan tenaga kerja mandiri serta modernisasi sistem informasi ketenagakerjaan berbasis digital melalui platform SIAPKerja
Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan implementasi program padat karya yang dirancang khusus untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal di berbagai wilayah pelosok daerah
Pada bagian akhir arahannya, Wamenaker melayangkan seruan bahwa misi besar penguatan ekosistem ketenagakerjaan ini tidak akan bisa terwujud tanpa adanya jalinan kerja sama yang solid
Diperlukan adanya kolaborasi yang padu dan harmonis antara pihak birokrasi pemerintah, pelaku dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta organisasi masyarakat sipil
Sinergitas lintas sektor ini juga wajib merangkul kelompok komunitas serta seluruh pemangku kepentingan terkait demi mencetak generasi muda Indonesia yang berdaya saing tinggi










Komentar