Disambut Wapres Gibran dan Kapolri, Presiden Prabowo Bawa Oleh-Oleh Komitmen Kerja Sama dari Paris

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepala Negara Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dilaporkan telah menginjakkan kaki kembali di tanah air setelah menuntaskan rangkaian agenda lawatan diplomatik penting ke benua Eropa.

Presiden Prabowo secara resmi menyelesaikan agenda kunjungan kenegaraan di negara Prancis yang telah berlangsung secara intensif selama empat hari berturut-turut.

Merujuk pada siaran digital yang dirilis oleh saluran YouTube Sekretariat Presiden, burung besi Garuda Indonesia-1 yang mengangkut rombongan presiden mendarat mulus di pangkalan udara.

Pesawat kepresidenan tersebut terpantau menyentuh landasan pacu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tepat pada pukul sepuluh lewat tujuh menit WIB pada hari Sabtu ini.

Sesaat setelah pintu pesawat terbuka, Presiden Prabowo langsung disambut hangat oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memimpin barisan penjemputan.

Turut hadir berdiri di bawah tangga pesawat guna memberikan sambutan hormat adalah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Barisan pejabat teras serta elemen petinggi negara juga tampak berjejer rapi menanti kedatangan sang pemimpin negara untuk memberikan salam takzim.

Begitu menapakkan kaki di landasan, Presiden Prabowo langsung melayangkan sikap hormat komando dan berjabat tangan secara bergantian dengan Wapres Gibran, Kapolri, serta pejabat lainnya.

Rangkuman Hasil Diplomasi Di Paris Hingga Penguatan Investasi Bersama Pemimpin Eropa

Silsilah perjalanan diplomatik luar negeri Presiden Prabowo ke Prancis yang bergulir sejak tanggal dua puluh enam hingga dua puluh sembilan Mei dua ribu dua puluh enam sukses membuahkan hasil besar.

Kunjungan strategis tersebut dilaporkan berhasil melahirkan sirkulasi kesepakatan baru serta komitmen kemitraan yang kuat di berbagai macam sektor kehidupan.

Adapun cakupan kerja sama bilateral yang berhasil disepakati oleh kedua belah negara meliputi urusan pertahanan, penguatan ekonomi, dunia pendidikan, hingga pembahasan isu geopolitik global.

Saat menggelar forum dialog bilateral bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prabowo melayangkan pandangan objektif terkait kedekatan kedua negara.

Prabowo menilai jalinan kemitraan antara Indonesia dan Prancis pada masa sekarang ini tengah berada pada titik puncak terbaik sepanjang silsilah sejarah hubungan diplomatik kedua belah pihak.

Menurut pandangan Kepala Negara, grafik kemitraan kedua negara terus mempertontonkan akselerasi perkembangan yang sangat signifikan dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan positif tersebut mencakup sektor industri pertahanan, kurikulum pendidikan, pengembangan energi bersih, sains dan teknologi, hingga perluasan kran investasi asing.

Dalam pernyataan pers bersama Macron, Prabowo membeberkan bahwa kedua negara juga fokus mematangkan realisasi kesepakatan dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement.

Lebih jauh, Presiden Prabowo menegaskan ambisi besarnya untuk mendongkrak sirkulasi modal dan investasi dengan menyambut baik dibentuknya France-Indonesia High Level Business Council.

Langkah pembentukan dewan bisnis ini dinilai sangat vital demi memicu kegembiraan serta partisipasi aktif dari korporasi asal Prancis dalam roda perekonomian nasional.

Presiden Prabowo meyakini bahwa Prancis sebagai salah satu negara pemimpin di daratan Eropa akan terus memainkan peranan geopolitik yang sangat penting di kawasan Asia Tenggara.