JurnalPatroliNews – PARIS – Raksasa teknologi Jepang, SoftBank Group, mengumumkan rencana investasi besar senilai 75 miliar euro atau sekitar Rp1.566 triliun untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Prancis.
Investasi tersebut menjadi salah satu proyek pengembangan AI terbesar di Eropa dan dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Prancis dalam persaingan teknologi global yang semakin kompetitif.
Pada tahap awal, SoftBank akan menggelontorkan dana sebesar 45 miliar euro dalam lima tahun ke depan. Investasi tersebut difokuskan pada pembangunan jaringan pusat data (data center) yang menjadi tulang punggung pengembangan dan operasional teknologi AI.
Proyek pertama akan dimulai dengan pembangunan pusat data AI berkapasitas 3,1 gigawatt (GW) di wilayah Hauts-de-France, Prancis utara. Fasilitas tersebut akan dibangun di beberapa lokasi strategis, termasuk Dunkirk, Bosquel, dan Bouchain, dengan target penyelesaian pada 2031.
Secara keseluruhan, program investasi tersebut ditujukan untuk menciptakan kapasitas pusat data AI hingga 5 GW di seluruh wilayah Prancis.
Chief Executive Officer SoftBank, Masayoshi Son, menilai pembangunan infrastruktur AI saat ini akan menjadi faktor penentu dalam persaingan ekonomi dan teknologi global pada masa mendatang.
“AI memasuki era baru, dan negara-negara yang membangun infrastruktur untuk transformasi ini akan membentuk masa depan teknologi, industri, dan masyarakat,” ujar Masayoshi Son, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, Prancis memiliki sejumlah keunggulan untuk berkembang menjadi pusat kecerdasan buatan utama di Eropa. Selain memiliki basis industri yang kuat, negara tersebut juga didukung sumber daya manusia yang kompetitif serta komitmen pemerintah dalam mendorong inovasi teknologi.
Dalam pelaksanaannya, SoftBank akan bekerja sama dengan Schneider Electric untuk mengembangkan kawasan industri berskala besar di Dunkirk yang akan menjadi pusat pembangunan dan operasional infrastruktur AI tersebut.
Langkah agresif SoftBank di sektor kecerdasan buatan mendapat respons positif dari pasar. Sepanjang 2026, saham perusahaan itu tercatat melonjak lebih dari 70 persen seiring meningkatnya optimisme investor terhadap prospek bisnis AI global.
Posisi SoftBank di industri AI juga semakin kuat berkat kepemilikannya di Arm Holdings serta investasinya di OpenAI. Perusahaan asal Jepang tersebut diketahui telah menginvestasikan lebih dari 30 miliar dolar AS untuk mendukung pengembangan teknologi AI generatif.
Di tengah pesatnya perkembangan AI, Eropa masih menghadapi tantangan besar untuk mengejar dominasi Amerika Serikat dan China yang saat ini memimpin perlombaan teknologi tersebut. Salah satu kendala utama adalah tingginya biaya energi yang menjadi komponen penting dalam operasional pusat data berkapasitas besar.
Pusat data AI membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah sangat besar untuk menjalankan proses komputasi dan pelatihan model kecerdasan buatan. Kenaikan harga energi dalam beberapa tahun terakhir membuat biaya pembangunan dan operasional fasilitas tersebut menjadi semakin tinggi.
Meski demikian, investasi jumbo yang dilakukan SoftBank dinilai sebagai langkah strategis yang dapat memperkuat posisi Prancis dan Eropa dalam peta persaingan AI global, sekaligus menarik lebih banyak investasi teknologi ke kawasan tersebut di masa mendatang.















Komentar