JurnalPatroliNews – Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Program Sekolah Gratis yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Langkah ini dinilai strategis dalam memperluas jangkauan akses pendidikan sekaligus mendongkrak kualitas sumber daya manusia setempat.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, saat mendampingi Gubernur Banten, Andra Soni.
Keduanya menghadiri kegiatan monitoring langsung jalannya Program Sekolah Gratis di SMA PGRI 56 Ciputat pada hari Selasa ini.
Benyamin berpandangan bahwa program inovasi ini akan membawa dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan angka rata-rata lama sekolah di wilayahnya.
Kehadiran skema pembiayaan gratis ini membuka kesempatan yang jauh lebih lebar bagi para siswa, khususnya yang belum tertampung di institusi negeri.
Program jaminan pendidikan ini turut merangkul sejumlah sekolah swasta di Tangerang Selatan melalui sokongan bantuan dana APBD Provinsi Banten.
Sinergi Kebijakan Lokal Pemkot Tangsel Sekat Tahun 2022
Benyamin menjelaskan bahwa konsep Sekolah Gratis ini berjalan selaras dengan kebijakan lokal yang sudah digulirkan Pemkot Tangsel sejak tahun 2022 silam.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah memfasilitasi bantuan biaya pendidikan bagi para lulusan yang tidak lolos seleksi masuk SMP Negeri.
Pihak pemkot setidaknya telah mengalokasikan kuota bantuan biaya pendidikan swasta tersebut untuk kapasitas lima ribu murid.
Dirinya berharap agar kolaborasi lintas sektor antara pemerintah provinsi dan kota dapat terus diperkuat demi mewujudkan kesetaraan hak belajar.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memacu mutu pembelajaran di lingkungan sekolah swasta.
Pada tahun ajaran 2025/2026, tercatat sebanyak 70 siswa kelas sepuluh di SMA PGRI 56 Ciputat telah merasakan langsung manfaat program ini.
Andra Soni menginstruksikan adanya komitmen kuat yang saling mengikat antara pihak sekolah, murid, hingga orang tua demi mencetak generasi berkualitas.
Otoritas provinsi optimistis peningkatan jumlah peserta didik ini akan berbanding lurus dengan peningkatan dana operasional dan kesejahteraan guru.















Komentar