Gandeng Pemkot Tangsel, Gubernur Banten Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran

JurnalPatroliNews – Ciputat – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mendampingi Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis serta proses verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru.

Peninjauan bersama tersebut dilangsungkan secara langsung di lingkungan SMAN 1 Tangerang Selatan pada hari Selasa ini.

Agenda kunjungan kerja ini ditujukan demi memastikan berbagai program bidang pendidikan yang dijalankan pemerintah dapat berlangsung optimal serta berdaya guna bagi para pelajar.

Benyamin menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan SPMB dan MBG akan menyokong penuh peningkatan mutu serta kualitas pendidikan di Kota Tangerang Selatan.

Program strategis tersebut juga diharapkan mampu mendongkrak capaian angka rata-rata lama sekolah masyarakat Tangsel yang saat ini menyentuh 12,6 tahun.

Selain itu, angka harapan lama sekolah di wilayah tersebut juga ditargetkan ikut merangkak naik hingga ke level 14,5 tahun.

“Kami memastikan semua program-program pendidikan yang dijalankan pemerintah dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Benyamin.

Fleksibilitas Distribusi MBG Saat Masa Ujian dan Ketegasan Transparansi Sistem

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengutarakan bahwa pemantauan ini penting untuk memastikan distribusi paket makanan bergizi berjalan lancar serta tepat sasaran.

Namun dalam sidak lapangan tersebut, Andra mendapati pihak manajemen sekolah melakukan penyesuaian khusus terkait jadwal pengantaran pasokan makanan harian.

Kebijakan itu diambil lantaran para siswa SMAN 1 Tangsel tengah menjalani masa ujian sehingga waktu kepulangan mereka menjadi lebih cepat dari hari biasa.

“Kami mendapat informasi dari kepala sekolah bahwa hari ini siswa sedang ujian, sehingga makanan diminta datang lebih awal,” tutur Andra Soni.

“Ini merupakan bentuk penyesuaian agar program tetap berjalan dengan baik dan kebutuhan siswa tetap terpenuhi,” tambahnya.

Menurut Andra, aspek fleksibilitas dalam eksekusi di lapangan menjadi kunci utama agar program nasional ini berjalan efektif tanpa mengganggu proses belajar mengajar.

Selain memantau urusan konsumsi gizi pelajar, rombongan gubernur dan wali kota juga menyempatkan diri menginspeksi alur pelayanan meja verifikasi pra-SPMB.

Dari total berkas pendaftar yang masuk, panitia mengidentifikasi terdapat delapan calon peserta didik baru yang memerlukan tahapan verifikasi lanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Andra menegaskan secara berkala bahwa seluruh pelaksanaan SPMB wajib berlangsung dengan transparan, adil, serta bersih dari intervensi.

“Harapan kita agar semua merasa atau semua mendapatkan pelayanan yang sama, adil dan transparan,” tegas Andra.

“Nah sesuai dengan harapan kita, tidak ada lagi titip-menitip anak ke sekolah, enggak boleh ada intervensi kepada kepala sekolah dan panitia,” pungkasnya.

“Biarkanlah sistem yang saat ini kita percaya, yakini itu berjalan dengan baik dan mohon dukungannya dari masyarakat,” imbuhnya.