Produksi Beras Nasional Tembus 14 Juta Ton hingga April 2026, Kesejahteraan Petani Ikut Meningkat


JurnalPatroliNews – JAKARTA – Sektor pangan nasional mencatatkan kinerja positif pada awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi padi sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 24,36 juta ton gabah kering giling (GKG), yang kemudian menghasilkan produksi beras sebesar 14,03 juta ton.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan 0,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi sinyal positif bagi upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengatakan peningkatan produksi padi pada empat bulan pertama tahun ini didorong oleh bertambahnya luas panen di berbagai daerah sentra produksi.

Sepanjang Januari hingga April 2026, luas panen padi tercatat mencapai 4,51 juta hektare atau meningkat 0,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kenaikan produksi padi pada periode ini terutama didukung oleh bertambahnya luas panen,” ujar Pudji dalam pemaparan data statistik BPS.

Peningkatan produksi tersebut juga beriringan dengan membaiknya tingkat kesejahteraan petani. Berdasarkan data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Mei 2026 tercatat sebesar 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan April 2026.

Kenaikan NTP menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima petani meningkat lebih cepat dibandingkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan untuk kebutuhan konsumsi maupun biaya produksi.

BPS mencatat kenaikan NTP didorong oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani sebesar 2,53 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang hanya naik 0,53 persen.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) pada Mei 2026 juga mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 132,84. Angka tersebut mencerminkan kondisi usaha pertanian yang masih memberikan keuntungan bagi pelaku sektor agraria.

Meski demikian, BPS mengingatkan adanya perlambatan produksi yang mulai terlihat pada April 2026. Luas panen padi pada bulan tersebut tercatat turun 15,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga produksi padi April hanya mencapai 7,63 juta ton GKG.

Tren penurunan tersebut diperkirakan berlanjut pada periode Mei hingga Juli 2026. BPS memproyeksikan luas panen padi pada periode tersebut mencapai 2,69 juta hektare atau turun sekitar 0,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari luas panen tersebut, produksi beras diperkirakan mencapai 7,92 juta ton.

Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan kinerja positif. Produksi jagung pipilan kering sepanjang Januari hingga April 2026 tercatat mencapai 6,02 juta ton atau mengalami peningkatan tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, harga beras di tingkat penggilingan masih menunjukkan tren kenaikan. BPS mencatat harga beras premium pada Mei 2026 naik 0,56 persen menjadi Rp14.667 per kilogram. Sementara harga beras medium meningkat 0,79 persen menjadi Rp13.402 per kilogram.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan pendapatan petani dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat. Meski demikian, capaian produksi dan meningkatnya kesejahteraan petani pada awal tahun ini dinilai menjadi modal positif bagi sektor pertanian nasional dalam menghadapi tantangan produksi pada bulan-bulan berikutnya.

Komentar