JurnalPatroliNews – Demak – Aparat Kepolisian Sektor Karangawen akhirnya berhasil mengungkap tabir motif di balik aksi pembakaran rumah yang menyasar seorang pensiunan PNS dan mantan kepala desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Tindakan nekat yang dilakukan oleh pria misterius tersebut diduga kuat murni dilandasi oleh rasa dendam kesumat terhadap pihak korban.
Kapolsek Karangawen, AKP Mujiyono, membeberkan bahwa terduga pelaku utama tersebut merupakan seorang residivis dalam kasus penganiayaan berat pada tahun 2025 lalu.
Korban dari aksi penganiayaan di masa lalu tersebut tidak lain adalah anak kandung dari Sudarko (50), pensiunan PNS yang rumahnya kini hangus dibakar pelaku.
Berdasarkan catatan hukum, perkara penganiayaan tersebut telah diproses hingga ke persidangan dan menjatuhkan vonis hukuman selama 1,8 tahun penjara kepada pelaku.
Karena tidak terima dijebloskan ke dalam jeruji besi, pelaku langsung merencanakan aksi balas dendam sesaat setelah dirinya dinyatakan menghirup udara bebas.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa saat proses hukumnya berjalan di pengadilan, pelaku sempat melontarkan kalimat ancaman yang sangat mengerikan.
Pelaku secara terang-terangan mengancam akan melakukan aksi pembalasan hingga membunuh para korban ketika dirinya sudah keluar dari masa tahanan.
Rasa kecewa dan amarah yang belum padam tersebut akhirnya direalisasikan oleh pelaku dalam sebuah aksi teror nyata pada Selasa, 2 Juni 2026, malam hari.
Setelah berhasil menyulut api di kediaman milik Sudarko, pelaku langsung bergegas bergerak untuk menyasar target berikutnya yakni rumah mantan kepala desa.
Kedua peristiwa pembakaran beruntun tersebut diduga kuat didalangi oleh aktor yang sama karena jeda waktu kejadiannya di lapangan hanya berkisar setengah jam.
Hingga saat ini, jajaran Polsek Karangawen masih terus melakukan serangkaian penyelidikan mendalam dan pengejaran intensif terhadap pelaku yang melarikan diri.
Profil pelaku sendiri telah berhasil diidentifikasi sebagai warga asli Demak, namun posisinya masih buron sehingga kepolisian memohon doa dari masyarakat luas.
Pihak berwajib juga memberikan kepastian bahwa insiden pembakaran beruntun ini untungnya tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun korban luka di lokasi kejadian.















Komentar