JurnalPatroliNews – Tabanan – Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa, mengajak seluruh anggota PMR Wira SMA Negeri 2 Tabanan untuk senantiasa menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Tri Bhakti PMR.
Penerapan prinsip-prinsip dasar gerakan kepalangmerahan tersebut diharapkan dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas.
Imbauan penting ini disampaikan oleh Ariasa saat memberikan sambutan resmi dalam acara penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PKS dan PMR Wira SMA Negeri 2 Tabanan.
Agenda penutupan kegiatan pelatihan kepemudaan tersebut diselenggarakan dengan penuh semangat di dalam ruang aula sekolah pada hari Minggu ini.
Menurut pandangan Ariasa, tantangan aksi kemanusiaan di era modern saat ini sudah tidak lagi terbatas pada sektor pemulihan kesehatan dan manajemen kebencanaan semata.
Generasi muda kini juga dihadapkan pada persoalan pelestarian lingkungan hidup, khususnya penanganan masalah sampah yang menjadi isu krusial di wilayah Bali termasuk Kabupaten Tabanan.
Peran Strategis PMR sebagai Agen Perubahan Lingkungan
Ariasa menegaskan bahwa prinsip Tri Bhakti PMR harus benar-benar dijiwai secara mendalam dan diimplementasikan lewat aksi konkret di lapangan.
Anggota PMR diminta untuk mengambil peran strategis sebagai pelopor gerakan hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Mereka juga dituntut untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya tata kelola pemilahan sampah yang berbasis langsung dari sumbernya.
Dengan kompetensi kepanduan yang dimiliki, kader PMR diharapkan mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi ekosistem sekitar.
Semangat kerelawanan yang tertanam di jiwa anggota PMR dapat diejawantahkan melalui tindakan sederhana yang dimulai dari diri sendiri.
Langkah nyata tersebut dapat berupa pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pembiasaan memilah jenis sampah dari rumah, hingga partisipasi aktif dalam kegiatan sosial pelestarian alam.
Melalui pelaksanaan diklat ini, pihak PMI berharap para kader PKS dan PMR Wira dapat menumbuhkan karakter yang disiplin serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Pelatihan intensif ini juga dirancang untuk mengasah kepedulian sosial peserta agar mampu menjadi teladan yang baik bagi generasi muda lainnya dalam menjaga keselamatan dan kelestarian ekosistem.
Jalannya acara penutupan diklat tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme dan diikuti oleh seluruh peserta, pembina, serta jajaran dewan guru SMA Negeri 2 Tabanan.
Rangkaian program berkelanjutan ini menjadi bagian penting dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter pelajar yang berintegritas tinggi, peduli sesama, dan berjiwa kemanusiaan.








Komentar