Implementasikan Nilai GEMOI, Tindakan Humanis Petugas Lapas Ciamis Dapat Pujian GPB

JurnalPatroliNews – Ciamis – Ketua Gerakan Memulyakan Rakyat (GEMOI73) sekaligus Ketua Umum Gerakan Pemuda Berkarya (GPB), Dendi Albar, menyampaikan apresiasi tinggi atas tindakan humanis jajaran petugas Lapas Ciamis.

Sikap penuh empati tersebut ditunjukkan secara nyata oleh para petugas lembaga pemasyarakatan kepada pihak keluarga dari warga binaan yang sedang berkunjung.

Menurut pandangan Dendi Albar, aksi simpatik di lapangan itu menjadi contoh konkret bahwa kualitas pelayanan publik tidak melulu diukur dari pemenuhan tugas struktural kelembagaan.

Lebih dari sekadar fungsi administratif, indikator keberhasilan pelayanan publik dinilai harus menyentuh aspek kepedulian, empati, serta penghormatan mendalam terhadap martabat manusia.

“Langkah yang dilakukan petugas Lapas Ciamis patut diapresiasi,” ujar Dendi Albar saat memberikan keterangan pers pada Rabu (10/6/2026).

Dendi menambahkan bahwa tindakan sederhana namun penuh makna tersebut terbukti mampu menghadirkan harapan baru sekaligus memperkuat rasa kepercayaan masyarakat kepada institusi negara.

Di tengah berbagai macam dinamika serta tantangan kebangsaan yang sedang dihadapi saat ini, Indonesia dinilai sangat membutuhkan lebih banyak teladan kemanusiaan di sektor pelayanan sipil.

Harmonisasi Pelayanan dengan Nilai Moral Gerakan Kebangsaan

Ia menjelaskan pula bahwa semangat humanis petugas di daerah tersebut sangat sejalan dengan substansi nilai dasar Gerakan Memulyakan Orang Indonesia (GEMOI).

Untuk diketahui, gerakan moral yang responsif terhadap hak-hak kemanusiaan ini digagas pertama kali oleh tokoh nasional Mayjen TNI (Purn.) Saurip Kadi.

Bagi Dendi, GEMOI bukanlah sebuah slogan politik musiman yang kosong, melainkan sebuah manifestasi gerakan moral yang wajib dihidupkan dalam sendi bernegara.

Pola pemikiran memulyakan rakyat tersebut harus bertransformasi menjadi sebuah budaya kultural yang melekat erat di dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Konsep memulyakan orang Indonesia ini didorong untuk menjadi program gerakan yang berkelanjutan di segala macam sektor kehidupan strategis nasional.

Beberapa sektor yang menjadi fokus utama implementasi nilai tersebut meliputi bidang pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, penegakan hukum, dunia usaha, hingga urusan sosial.

Dendi menegaskan bahwa ketika setiap anak bangsa sudah diperlakukan dengan penuh rasa hormat, empati, dan kemanusiaan, maka fondasi Indonesia bermartabat otomatis terbangun.

Aksi nyata petugas Lapas Ciamis dinilai menjadi wujud implementasi paling sahih dari esensi GEMOI dalam menghadirkan representasi negara yang tidak kaku.

Melalui model pendekatan tersebut, instansi negara terbukti mampu menyentuh sisi psikologis dan kemanusiaan paling dalam dari masyarakat yang sedang mereka layani.

Komentar