Dorong Kemandirian Ekonomi Anak Panti, PMKM Universitas Pamulang Kenalkan Aplikasi BukuWarung

JurnalPatroliNews – Tangerang – Sejumlah mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Mahasiswa (PMKM) yang berfokus pada penguatan kemandirian ekonomi sejak dini.

Kegiatan edukatif tersebut dilaksanakan di Yayasan Irtiqo Kebajikan dengan menyasar anak-anak panti asuhan sebagai peserta utama program pembinaan.

Tim mahasiswa Unpam berupaya memberikan pendampingan intensif guna meningkatkan literasi kewirausahaan serta pengenalan manajemen keuangan berbasis digital.

Langkah ini diambil untuk membekali generasi muda di lingkungan yayasan agar memiliki keterampilan praktis dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Selain memberikan pemahaman teori dasar mengenai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), para mahasiswa juga menanamkan nilai-nilai karakter positif.

Temuan Unik Jiwa Bisnis Kolektif dan Digitalisasi Buku Kas

Dalam sesi diskusi interaktif, tim pengabdi menemukan fakta menarik mengenai potensi kewirausahaan yang sudah berjalan di dalam yayasan.

Anak-anak Yayasan Irtiqo Kebajikan ternyata telah memiliki pengalaman nyata dalam menjalankan berbagai unit usaha sederhana secara bergotong royong.

Mereka diketahui konsisten memproduksi dan memasarkan komoditas es mambo di lingkungan sekolah dasar yang terletak di sekitar area yayasan.

Tidak berhenti di situ, unit usaha mereka sukses berkembang ke sektor kuliner lain seperti penjualan cilok, basreng, hingga produk kerajinan baju di pasar kaget.

Seluruh keuntungan finansial dari hasil penjualan tersebut tidak digunakan untuk keperluan pribadi, melainkan dikumpulkan ke dalam kas bersama.

Meskipun memiliki semangat bisnis yang tinggi, sistem pembukuan yang mereka terapkan selama ini terpantau masih menggunakan metode buku kas manual.

Sistem konvensional tersebut dinilai rentan terhadap risiko kerusakan data, kesalahan rekapitulasi, serta tidak efisien untuk perkembangan usaha jangka panjang.

Guna mengatasi kelemahan tersebut, tim mahasiswa Unpam memperkenalkan aplikasi BukuWarung sebagai instrumen pencatatan keuangan modern.

Melalui platform digital ini, para peserta diajarkan cara mencatat arus kas masuk dan keluar secara otomatis, cepat, dan akurat.

“Keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya keuntungan, tetapi juga oleh aspek kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kedisiplinan,” jelas perwakilan tim mahasiswa Unpam.

Siasat Mengatasi Keterbatasan Gawai Melalui Media Tutorial

Proses transformasi digital di lapangan sempat menghadapi kendala teknis akibat keterbatasan fasilitas gawai atau telepon pintar milik peserta.

Tidak semua anak-anak di yayasan tersebut memegang smartphone pribadi untuk mengunduh dan mempraktikkan langsung fitur aplikasi BukuWarung.

Guna menyiasati tantangan prasarana tersebut, tim mahasiswa mengoptimalkan penayangan video tutorial interaktif sebagai media pembelajaran utama.

Siasat edukasi visual ini rupanya tetap mampu memantik atensi dan antusiasme yang luar biasa tinggi dari seluruh peserta panti.

Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan kritis mengenai efisiensi pemanfaatan teknologi digital untuk mengamankan aset kas bersama mereka.

Melalui sinergi PMKM ini, anak-anak Yayasan Irtiqo Kebajikan diharapkan mampu mengadopsi tata kelola keuangan yang lebih rapi dan transparan.

Pihak universitas berharap modal pengetahuan ini dapat memacu pertumbuhan bisnis mandiri yang berkah dan berkelanjutan di masa depan.

Komentar