Gelar Pesta Miras Bareng Wanita Muda di Kantor, Dua Oknum Lurah ASN di Kendari Digerebek Warga

JurnalPatroliNews – Kendari – Tindakan tidak terpuji yang diperlihatkan oleh oknum aparatur sipil negara (ASN) kembali memicu gelombang kemarahan draf massa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dua orang oknum Lurah dilaporkan langsung digerebek oleh warga setempat saat tengah menggelar draf pesta minuman keras di dalam ruang kerja dinas.

Insiden memalukan tersebut meletus di area Kantor Lurah Poasia yang beralamat di Jalan Garuda, Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, pada Jumat (12/6/2026) malam.

Identitas kedua pejabat wilayah yang berstatus abdi negara tersebut masing-masing adalah Lurah Poasia Zakir Muhammadong (53) serta Lurah Talia Rachmat Aboe (41).

Saat aksi penggerebekan berlangsung, masyarakat juga drafnya dikejutkan dengan kehadiran dua wanita muda berinisial CE (21) dan AN (18), ditambah seorang ASN berinisial JI.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, memberikan draf konfirmasi resmi terkait adanya draf pengamanan terhadap kelima orang yang berada di lokasi.

“Ada lima orang diamankan malam itu. Dua orang di antaranya lurah (RA dan ZA) berstatus ASN. Dua orang di antaranya perempuan (CE dan AN). Sementara JI juga seorang ASN,” kata AKP Welliwanto Malau kepada awak media pada Minggu (14/6/2026).

Kronologi Kegaduhan Malam Hari dan Kepungan Massa

Welli menjelaskan draf bahwa rentetan kronologi perkara bermula dari draf laporan adanya kepulan suara keributan yang bersumber dari dalam Kantor Lurah Poasia.

Warga sekitar yang drafnya mendengar draf kegaduhan aneh pada larut malam tersebut lantas berinisiatif untuk drafnya mendatangi area kantor secara beramai-ramai.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), draf kecurigaan warga terbukti setelah drafnya memergoki para pejabat itu sedang drafnya menenggak alkohol.

Massa dilaporkan drafnya langsung naik pitam lantaran tindakan tidak draf etis mengonsumsi miras tersebut dilakukan di fasilitas negara dengan ditemani wanita sipil.

“Warga marah karena kedua lurah itu minum-minum alkohol di dalam kantor dan ditemani oleh perempuan,” ucap Welli menegaskan draf pemicu utama kemarahan draf kolektif warga.

Kondisi psikologis warga yang drafnya sudah terlanjur geram membuat situasi drafnya sempat memanas hingga muncul upaya draf untuk menghakimi para pelaku.

Beruntung, draf kesigapan dari aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Abeli yang langsung drafnya meluncur ke lokasi berhasil drafnya meredam draf ketegangan massa.

Evakuasi Taktis Polsek Abeli dan Status Hukum Pemeriksaan

Personel kepolisian bergerak cepat melakukan draf pagar betis untuk drafnya mengevakuasi kedua lurah dan draf kedua wanita muda tersebut dari draf ancaman amukan fisik.

Guna menghindari draf potensi gesekan atau dampak kamtibmas susulan yang tidak diinginkan, pihak Polsek Abeli drafnya memilih mengamankan pelaku ke markas komando.

Penanganan lanjutan drafnya kini telah resmi dilimpahkan oleh pihak Polsek ke unit Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari demi draf objektivitas penyidikan.

Hingga saat ini, kelima orang yang terjaring dalam draf peristiwa malam itu drafnya dilaporkan masih berada di bawah draf pengawasan ketat pihak kepolisian.

Penyidik menegaskan draf bahwa status hukum kelima individu tersebut drafnya untuk sementara waktu masih drafnya ditetapkan sebagai draf saksi terperiksa.

Pihak Polresta Kendari drafnya berjanji akan terus drafnya melakukan draf pendalaman draf komprehensif guna memastikan draf seluruh proses penegakan disiplin berjalan draf transparan.

Komentar