Hadirkan Sejumlah Menteri, Acara Dialog Pemerintah di UGM Justru Dibubarkan Mahasiswa

JurnalPatroliNews – Yogyakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari menyayangkan aksi sekelompok mahasiswa yang membubarkan kegiatan dialog antara pemerintah dan civitas akademika di Universitas Gadjah Mada.

Ia menilai insiden pembubaran paksa tersebut merupakan sebuah anomali yang mencederai nilai-nilai kehidupan demokrasi di lingkungan kampus.

Menurut informasi yang diterimanya, forum diskusi tersebut sebenarnya sempat berlangsung dengan baik dan lancar selama kurang lebih empat puluh lima menit sebelum terjadi gangguan.

Namun situasi mendadak berubah ketika sekelompok oknum mahasiswa datang dan membubarkan acara secara paksa disertai dengan lontaran kata-kata yang kurang pantas.

Qodari menambahkan bahwa dalam forum tersebut sebenarnya ada banyak mahasiswa lain yang tidak menolak dan justru antusias ikut berpartisipasi dalam sesi diskusi.

Penjelasan mengenai kronologi insiden tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bakom RI melalui keterangan tertulisnya pada hari Kamis ini.

Kegiatan strategis tersebut dilaporkan turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri ATR BPN Nusron Wahid, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Pihak otoritas memastikan bahwa agenda pertemuan di UGM ini bukan merupakan acara dadakan melainkan sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari serta telah mengantongi izin resmi.

Lebih lanjut, Qodari menegaskan bahwa lingkungan masyarakat termasuk wilayah kampus pada dasarnya terdiri dari beragam kelompok aspirasi dan pemikiran yang berbeda.

Guna menjaga roda pemerintahan dan kehidupan sosial tetap berjalan harmonis, diperlukan mekanisme sehat untuk mempertemukan setiap perbedaan pandangan tersebut.

Dalam sistem demokrasi yang matang, ketidaksetujuan terhadap suatu gagasan idealnya dijawab dengan membuat forum tandingan yang sehat dan bukan dengan cara membubarkan paksa kegiatan pihak lain.

Komentar