JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, memberikan respons menohok terhadap pernyataan NasDem dan Demokrat yang mempertanyakan posisi politik partainya.
Deddy menyarankan agar partai-partai tersebut lebih fokus membenahi urusan internal mereka yang menurutnya sedang mengalami gangguan dari dalam.
Ia mengingatkan agar mereka tidak sampai kalah bersaing dengan partai-partai pendatang baru di kancah politik nasional.
Deddy juga melontarkan kritik tajam agar kedua partai tersebut lebih memprioritaskan perbaikan kinerja menteri-menteri mereka di kabinet daripada sibuk menggurui pihak lain.
Pihak PDIP menilai bahwa sikap koalisi yang mempersoalkan posisi politik mereka adalah tindakan yang tidak etis dan cenderung tidak berhak.
Ia mempertanyakan motif sesungguhnya di balik kekhawatiran partai-partai koalisi terhadap konsistensi gerak langkah PDI Perjuangan.
Menurutnya, PDIP tetap konsisten menjalankan seluruh amanat dan mandat yang telah diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas).
Deddy justru curiga apakah kekhawatiran tersebut muncul karena ketidakpercayaan diri atau adanya gejolak internal di dalam koalisi itu sendiri.
Bahkan, ia memberikan saran ekstrem bagi partai yang merasa tidak nyaman dengan situasi politik saat ini untuk segera mengundurkan diri dari pemerintahan.
PDI Perjuangan meminta agar tidak ada lagi pihak yang mencoba menyeret nama partai mereka ke dalam polemik politik yang tidak elegan.
Baginya, perhatian utama partai politik seharusnya dicurahkan sepenuhnya pada penyelesaian masalah nyata yang dihadapi oleh masyarakat luas.
Isu-isu krusial seperti harga BBM, tarif listrik, bantuan sosial, hingga ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama kerja pemerintah.
Deddy menegaskan bahwa PDI Perjuangan tetap berkomitmen untuk mengawal pemerintahan agar tetap berjalan sesuai dengan mandat konstitusi.
Ia mengingatkan bahwa rakyat lebih membutuhkan bukti kerja nyata dibandingkan kegaduhan politik yang tidak produktif menjelang pemilu.
PDIP memposisikan diri sebagai penyeimbang yang konstruktif dengan memberikan kritik yang bertanggung jawab kepada jalannya kekuasaan.
Sebelumnya, Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni, mendesak agar PDIP berani bersikap ksatria untuk menjadi oposisi secara total.
Sahroni menyentil agar PDIP tidak hanya mau berada di posisi nyaman namun enggan berbagi beban saat pemerintah sedang menghadapi situasi sulit.
Senada dengan itu, Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, juga menuntut ketegasan sikap PDIP di mata publik.
Herzaky menilai bahwa ketidakjelasan posisi partai saat ini membuat masyarakat bingung dalam membedakan antara pendukung pemerintah dan penyeimbang.















Komentar