Terungkap! Pernikahan Taufik Hidayat Hanya Bertahan Dua Minggu, Mas Kawin 10 Gram Emas Dibawa Pergi

JurnalPatroliNews | Bandung – Sejumlah fakta baru kembali mencuat dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menyeret nama Taufik Hidayat. Kali ini, mantan istri Taufik mengungkap pengalaman rumah tangganya yang hanya bertahan selama dua pekan sebelum berakhir dengan perpisahan saat dirinya tengah mengandung.

Pengakuan tersebut disampaikan dalam perbincangan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang turut dihadiri ayah kandung Taufik serta kepala desa setempat. Rekaman percakapan itu kemudian diunggah melalui kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi dan menjadi perhatian publik.

Perempuan yang pernah menikah dengan Taufik pada tahun 2015 itu mengaku mengenal mantan suaminya melalui hubungan pacaran selama kurang lebih empat bulan sebelum akhirnya memutuskan menikah. Namun, kehidupan rumah tangga yang dibangun tidak berlangsung lama.

“Enggak lama, dua minggu,” ungkapnya saat menjawab pertanyaan mengenai lamanya pernikahan yang dijalani bersama Taufik.

Menurutnya, perubahan sikap Taufik mulai terlihat setelah pernikahan berlangsung. Perselisihan kerap terjadi akibat persoalan-persoalan kecil yang kemudian berkembang menjadi pertengkaran.

Salah satu peristiwa yang masih membekas dalam ingatannya adalah ketika Taufik meminta kembali emas mas kawin beserta cincin tunangan yang sebelumnya diberikan saat akad nikah.

“Kalau misalkan marah, mas kawin sama cincin tunangan dibawa semua,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai nilai mas kawin tersebut, ia menjelaskan bahwa Taufik memberikan emas seberat 10 gram. Namun, emas itu kemudian dibawa kembali oleh Taufik ketika hubungan keduanya memburuk.

“Emas, 10 gram,” katanya.

Tak hanya itu, mantan istri Taufik juga mengungkap karakter mantan suaminya yang dikenal sangat pencemburu dan posesif. Bahkan sejak masa pacaran, Taufik disebut sering menunjukkan sikap emosional ketika keinginannya tidak dipenuhi.

Ia mengaku beberapa kali menyaksikan Taufik meluapkan kemarahan dengan membanting helm maupun sepatu.

“Iya cemburuan banget Pak,” tuturnya.

Sebelum menikah, keduanya sempat tinggal bersama di sebuah rumah kos di kawasan Ujungberung, Kota Bandung. Selama menjalin hubungan, Taufik disebut tidak menyukai jika dirinya sering beraktivitas di luar rumah.

“Kalau ke pasar sama mama, dia suka bilang jangan keluar. Jadi saya di rumah terus,” ungkapnya.

Kisah rumah tangga yang singkat itu berakhir ketika dirinya ditinggalkan dalam kondisi hamil. Sejak saat itu, ia harus membesarkan anak mereka seorang diri tanpa dukungan ekonomi dari Taufik.

Menurut pengakuannya, selama kurang lebih satu dekade terakhir, Taufik hanya dua kali menemui anak mereka dan tidak pernah memberikan nafkah.

“Dua kali setahu saya,” katanya saat ditanya mengenai frekuensi kunjungan Taufik kepada sang anak.

Kini, di tengah mencuatnya kasus hukum yang menjerat mantan suaminya, perempuan tersebut mengaku lebih memikirkan kondisi psikologis anaknya yang telah berusia 10 tahun. Ia khawatir pemberitaan yang terus berkembang dapat memengaruhi mental sang anak, terlebih informasi mengenai ayahnya kini mudah diakses melalui media sosial.

“Takutnya jadi kepikiran anak, mentalnya takut,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, ayah kandung Taufik membenarkan bahwa putranya memang pernah menikah dan memiliki seorang anak. Namun, ia mengaku hubungan keluarga dengan Taufik sudah lama tidak harmonis.

Bahkan, menurut pengakuannya, enam bulan sebelum kasus ini mencuat ke publik, dirinya sudah tidak lagi berkomunikasi maupun bertemu dengan Taufik.

Kesaksian mantan istri tersebut menambah rangkaian informasi yang sedang didalami aparat kepolisian dalam mengusut kasus yang kini menjadi perhatian publik. Hingga saat ini, penyidik Polda Jawa Barat masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap seluruh fakta terkait dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh Taufik Hidayat.

Komentar