Operasi Kemanusiaan! Damkar Depok Evakuasi Jenazah 200 Kg dengan Alat Khusus

JurnalPatroliNews | Depok – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok kembali menunjukkan bahwa tugas mereka tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran. Kali ini, petugas membantu proses evakuasi sekaligus pemakaman seorang warga berbobot sekitar 200 kilogram di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, dengan menggunakan peralatan penyelamatan khusus.

Operasi kemanusiaan tersebut dilakukan setelah petugas menerima permintaan bantuan dari warga pada Jumat (26/6/2026). Mengingat kondisi fisik almarhum yang memiliki berat badan mencapai sekitar 200 kilogram, proses pemindahan jenazah memerlukan teknik dan perlengkapan khusus agar berjalan aman.

Komandan Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Kota Depok, Tesy Haryati, menjelaskan bahwa pihaknya merespons permintaan tersebut sebagai bagian dari pelayanan penyelamatan kepada masyarakat.

Menurutnya, Damkar Depok juga siap membantu berbagai kebutuhan masyarakat di luar kondisi kebakaran maupun kegawatdaruratan, selama tersedia personel dan peralatan yang memadai, tanpa mengesampingkan prioritas terhadap kejadian darurat.

“Kami merespons permintaan pelayanan penyelamatan karena memiliki personel dan peralatan yang diperlukan. Namun, penanganan keadaan darurat tetap menjadi prioritas utama,” ujar Tesy.

Laporan diterima Pos Damkar Merdeka sekitar pukul 14.54 WIB dari warga yang datang langsung ke pos pelayanan. Tidak lama berselang, Regu B Pos Merdeka segera diberangkatkan menuju rumah almarhum HS (38), warga Jalan Beringin 6, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.

Tim tiba di lokasi hanya dalam waktu delapan menit setelah laporan diterima. Sesampainya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan penilaian situasi sebelum menentukan metode evakuasi yang paling aman.

Karena bobot jenazah yang cukup besar, Damkar mengerahkan berbagai peralatan penyelamatan, di antaranya tripod, pulley system, tali karmantel, karabiner, hingga stretcher atau tandu khusus yang biasa digunakan dalam operasi penyelamatan teknis.

“Seluruh peralatan dipersiapkan terlebih dahulu, kemudian tim melakukan asesmen di lokasi sebelum proses evakuasi dilaksanakan,” jelas Tesy.

Sebanyak empat personel diterjunkan dalam operasi tersebut dengan dukungan satu unit kendaraan operasional Ranger Hilux.

Berkat koordinasi yang baik, proses pemindahan hingga pemakaman jenazah dapat diselesaikan dengan aman sekitar pukul 16.06 WIB. Setelah seluruh rangkaian selesai, petugas membersihkan sekaligus memeriksa kembali seluruh perlengkapan sebelum kembali bersiaga di pos masing-masing.

Tesy mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan darurat apabila membutuhkan bantuan, termasuk untuk pelayanan nonkebakaran yang masih berada dalam lingkup tugas Damkar.

Ia menyarankan masyarakat menghubungi layanan darurat 112 agar laporan dapat diverifikasi dan diteruskan kepada instansi yang berwenang sesuai jenis kejadian.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa peran Damkar kini semakin luas, tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga hadir dalam berbagai operasi penyelamatan kemanusiaan yang membutuhkan kemampuan teknis serta peralatan khusus demi membantu masyarakat.

Komentar