Ngeri! Kaca Mobil Putri Indonesia Pecah Dihantam Batu Saat Melaju di Jaksel

JurnalPatroliNews | Jakarta – Aparat Kepolisian tengah menyelidiki aksi pelemparan batu yang mengenai mobil milik Putri Indonesia Pariwisata 2022, Adinda Cresheilla, saat melintas di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Insiden tersebut mengakibatkan kaca depan kendaraan pecah setelah dihantam batu berukuran cukup besar.

Peristiwa itu sempat menjadi perhatian publik setelah Adinda membagikan kondisi mobilnya melalui media sosial. Dalam unggahan tersebut tampak sebuah batu berukuran sekitar kepalan tangan menancap pada kaca depan, tepat di sisi pengemudi, sehingga memicu kekhawatiran akan keselamatan pengendara.

Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Muhammad Kukuh Islami, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 16.15 WIB.

Menurutnya, sebelum insiden terjadi, korban baru saja meninggalkan sebuah klinik di kawasan Pondok Indah dan hendak menuju wilayah Senayan.

“Korban baru keluar dari sebuah klinik di Pondok Indah dan hendak menuju kawasan Senayan,” ujar Kukuh dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

Saat kendaraan melaju di lokasi kejadian, korban mendengar suara benturan keras dari arah kaca depan mobil.

Tak lama kemudian diketahui sebuah batu telah menghantam kaca hingga menyebabkan bagian depan kendaraan retak dan pecah.

“Kaca depan kemudian pecah dan terdapat batu sebesar kepalan tangan yang menembus kaca mobil,” jelas Kukuh.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun, kerusakan pada kendaraan cukup signifikan dan menimbulkan keresahan terkait keamanan pengguna jalan.

Usai kejadian, Adinda langsung mendatangi Polsek Kebayoran Lama untuk membuat laporan polisi agar kasus tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengidentifikasi lokasi sekitar, serta mengumpulkan data kamera pengawas (CCTV) yang berada di sepanjang jalur yang dilalui korban.

Selain itu, kepolisian juga telah mengirimkan permohonan resmi kepada Direktorat Lalu Lintas untuk memperoleh rekaman CCTV yang diharapkan dapat membantu mengungkap pelaku maupun penyebab pasti insiden tersebut.

“Kami sudah melakukan pengecekan TKP, mendata CCTV di sekitar lokasi, dan mengirim surat ke Direktorat Lalu Lintas untuk meminta rekaman CCTV saat kejadian. Saat ini penyelidikan masih berlangsung,” tutur Kukuh.

Hingga kini polisi belum menyimpulkan apakah batu tersebut dilempar secara sengaja oleh pelaku atau berasal dari faktor lain. Seluruh kemungkinan masih didalami melalui proses penyelidikan dan analisis barang bukti.

Komentar