JurnalPatroliNews | Bangladesh – Bencana longsor yang dipicu hujan deras melanda kawasan pengungsian Muslim Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh, pada Senin (6/7/2026) dini hari. Sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka setelah timbunan tanah menghantam tempat tinggal mereka.
Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika para pengungsi sedang beristirahat. Material berupa tanah, lumpur, dan puing-puing menerjang hunian sementara yang sebagian besar dibangun menggunakan bambu dan lembaran plastik.
Berdasarkan laporan aparat setempat, sedikitnya empat titik longsor terjadi di area kamp pengungsian yang menjadi tempat tinggal sekitar satu juta warga Rohingya yang melarikan diri dari konflik dan tindakan represif di Myanmar.
Pejabat Kepolisian Cox’s Bazar, Tumpa Das, menyatakan hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama terjadinya longsor di kawasan tersebut.
“Sebanyak delapan orang meninggal dunia akibat tanah longsor yang dipicu hujan deras,” ujarnya.
Risiko Meningkat Akibat Kondisi Perbukitan
Kawasan pengungsian Rohingya memang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana longsor, terutama saat musim hujan. Banyak lereng bukit di sekitar kamp mengalami degradasi akibat pembukaan lahan untuk pembangunan tempat tinggal darurat.
Kondisi tersebut membuat struktur tanah menjadi labil sehingga mudah longsor ketika diguyur hujan dalam waktu lama.
Selain kehilangan tempat tinggal, ribuan pengungsi kini kembali dihantui ancaman bencana susulan karena prakiraan cuaca menunjukkan hujan masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah Siapkan Evakuasi
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah Bangladesh melalui otoritas penanganan pengungsi menyatakan akan segera melakukan langkah mitigasi guna menghindari bertambahnya korban jiwa.
Komisioner Penanganan Pengungsi Bangladesh, Mizanur Rahman, mengatakan proses pemindahan warga yang tinggal di zona berisiko tinggi akan dipercepat.
“Kami akan segera mengevakuasi para pengungsi yang berada di wilayah rawan longsor agar tidak kembali terjadi korban jiwa,” katanya.
Pemerintah bersama aparat keamanan dan petugas kemanusiaan juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rentan, sekaligus memberikan bantuan kepada para korban terdampak.
Hingga saat ini, proses pendataan korban dan penanganan pascabencana masih berlangsung di kawasan pengungsian terbesar bagi etnis Rohingya tersebut.












Komentar