JurnalPatroliNews | Tojo Una-Una – Sebuah speedboat yang mengangkut 11 wisatawan asing mengalami kecelakaan laut setelah diduga patah menjadi dua bagian dan tenggelam di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Jumat (24/7/2026).
Seluruh wisatawan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah berjam-jam terombang-ambing di laut, sementara seorang nakhoda kapal hingga kini masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai insiden tersebut pada malam hari dari pengelola resor di Kabupaten Tojo Una-Una.
“Kejadian itu sekitar malam hari. Informasi kami terima sekitar pukul 21.00 dari resort di Tojo Una-Una. Mereka sempat terombang-ambing di lautan selama berjam-jam,” ujar Heriyanto, Sabtu (25/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Basarnas, speedboat berangkat pada Jumat pagi dengan membawa 11 wisatawan asing serta dua orang awak kapal. Kapal dijadwalkan tiba di Pelabuhan Marisa sekitar pukul 11.00 WITA.
Namun hingga pukul 15.00 WITA, kapal tidak kunjung tiba di tujuan. Kondisi tersebut membuat pemandu wisata melaporkan keterlambatan kapal kepada pihak kepolisian, yang kemudian diteruskan kepada Basarnas.
“Kami menerima laporan dari pemandu wisata pada Jumat petang setelah kapal tidak tiba sesuai jadwal,” kata Heriyanto.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas segera membentuk tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan operasi pencarian. Karena cuaca pada malam hari dinilai tidak memungkinkan, pencarian intensif baru dilaksanakan pada Sabtu pagi.
SRU pertama menggunakan KN SAR Limboto dengan area pencarian lebih dari 200 mil laut persegi. SRU kedua mengoperasikan RIB 03 Gorontalo untuk menyisir jalur pelayaran seluas sekitar 50 mil laut persegi, sementara SRU ketiga menggunakan speedboat guna mempercepat penyisiran di wilayah lain yang diperkirakan menjadi lokasi hanyutnya korban.
Setelah melakukan pencarian di kawasan Perairan Teluk Tomini, tim SAR akhirnya menemukan seluruh wisatawan asing dalam keadaan selamat.
“Alhamdulillah, seluruh korban warga negara asing berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ungkap Heriyanto.
Para wisatawan kemudian dievakuasi ke sebuah resor di Kabupaten Tojo Una-Una untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut setelah mengalami insiden di laut.
Meski seluruh wisatawan berhasil diselamatkan, operasi SAR masih terus dilanjutkan untuk mencari Ardiansyah, nakhoda speedboat yang hingga kini belum ditemukan.
“Masih ada satu korban yang belum ditemukan, yaitu nakhoda kapal. Operasi SAR akan terus kami lakukan sesuai prosedur selama tujuh hari ke depan,” tegas Heriyanto.
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh tim SAR, speedboat diduga mengalami kerusakan fatal setelah dihantam gelombang tinggi hingga patah menjadi dua bagian sebelum akhirnya tenggelam.
Penyebab pasti kecelakaan laut tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Basarnas bersama instansi terkait terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang sekaligus mengumpulkan keterangan untuk mengungkap kronologi lengkap insiden di Perairan Teluk Tomini.











Komentar