Kebakaran Kapal di Belawan Berhasil Dikendalikan, Seluruh ABK Selamat

JurnalPatroliNews | Medan – Respons cepat prajurit TNI Angkatan Laut berhasil menyelamatkan seluruh anak buah kapal (ABK) dalam insiden kebakaran yang melanda kapal nelayan KM GL 1 GT 29 di perairan Belawan, Kota Medan, Rabu (5/8/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut meski kapal mengalami kerusakan akibat dilalap api.

Kepala Dinas Penerangan Komando Daerah Angkatan Laut (Kadispen Kodal I), Kolonel Laut (S) Wahyu, menjelaskan bahwa laporan pertama mengenai kebakaran diterima dari Pos TNI AL (Posal) Medan Labuhan yang berada di wilayah Belawan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, unsur TNI AL segera bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 09.30 WIB untuk melakukan operasi penyelamatan.

Prioritas utama petugas saat itu adalah mengevakuasi para ABK yang masih berada di atas kapal. Seluruh kru berhasil dipindahkan ke kapal nelayan lain yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian sehingga terhindar dari ancaman kobaran api.

Setelah proses evakuasi selesai, unsur Patkamla Rubiah melakukan pengawalan terhadap kapal yang terbakar menuju kawasan Gudang PMS Gabion menggunakan bantuan kapal pukat teri. Bersama para ABK, personel TNI AL kemudian melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas.

Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 12.00 WIB.

“Setelah dilakukan upaya pemadaman bersama, api berhasil dipadamkan dan situasi dapat dikendalikan,” ujar Kolonel Laut (S) Wahyu dalam keterangannya.

Akibat insiden tersebut, satu unit kapal nelayan KM GL 1 GT 29 mengalami kerusakan karena terbakar. Namun, seluruh awak kapal dipastikan selamat tanpa adanya korban jiwa maupun korban luka.

Hingga sekitar pukul 13.00 WIB, kondisi di lokasi telah dinyatakan aman dan aktivitas pelayaran di sekitar perairan Belawan kembali berjalan normal.

Mengenai penyebab kebakaran, TNI AL masih melakukan pendalaman. Dugaan sementara, api berasal dari ruang mesin sebelum merambat ke bagian yang menyimpan bahan bakar sehingga kobaran api dengan cepat membesar.

Meski demikian, aparat belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Kami menduga awal api berasal dari kamar mesin kemudian menyambar ke bahan bakar. Namun penyebab pastinya masih dalam proses pendalaman,” jelas Wahyu.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kondisi mesin kapal dan sistem keselamatan pelayaran guna meminimalkan risiko kebakaran saat beroperasi di laut.

Komentar