Polda Metro Sebar Sketsa Dua Pria yang Diburu dalam Kasus Bambang Setiyawan

JurnalPatroliNews | Jakarta — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menyebarkan dua sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan pedagang cermin, Bambang Setiyawan (60), meninggal dunia setelah aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Penyebaran sketsa menjadi salah satu langkah penyidik untuk mengidentifikasi dan memburu pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, pembuatan sketsa dilakukan berdasarkan keterangan saksi yang kemudian dicocokkan dengan hasil analisis digital.

Analisis digital tersebut diperoleh dari rekaman kamera pengawas atau CCTV serta berbagai video yang direkam di sekitar lokasi kejadian.

“(Sketsa wajah) berdasarkan keterangan saksi, didukung dengan petunjuk-petunjuk lain, selanjutnya penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisa digital,” kata Iman di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026).

Sketsa Pertama: Pria dengan Topi

Sketsa pertama menggambarkan seorang pria yang diperkirakan berusia antara 30 hingga 40 tahun.

Polisi mencatat sejumlah karakteristik fisik, antara lain wajah berbentuk oval, alis tipis, bibir tebal dan hidung pendek. Pria tersebut juga digambarkan memiliki bola mata berwarna hitam dan kulit berwarna cokelat.

Dalam sketsa tersebut, pria itu terlihat mengenakan topi.

“Ini hasil dari sketsa wajah dan keterangan dari para saksi maupun analisa digital,” ujar Iman.

Ciri-ciri tersebut kini digunakan penyidik sebagai bahan untuk mengidentifikasi keberadaan orang yang diduga sesuai dengan gambaran tersebut.

Sketsa Kedua: Wajah Kotak dan Berjanggut

Sementara sketsa kedua memperlihatkan seorang pria dengan kisaran usia yang sama, yakni sekitar 30 hingga 40 tahun.

Pria tersebut digambarkan memiliki wajah berbentuk kotak, hidung pesek dan bibir bawah yang tebal.

Ciri lain yang terlihat adalah keberadaan kumis dan janggut.

Dua sketsa tersebut disusun penyidik dari kombinasi keterangan saksi dan hasil analisis terhadap rekaman digital yang dikumpulkan selama penyelidikan.

Polisi hingga kini masih melakukan pencarian terhadap kedua orang yang ciri-cirinya dituangkan dalam sketsa tersebut.

Penyidik Gabungkan Keterangan Saksi dan Bukti Digital

Penggunaan sketsa wajah menunjukkan penyidik berupaya menggabungkan informasi dari saksi dengan bukti digital yang tersedia.

Keterangan saksi menjadi salah satu sumber untuk menggambarkan ciri fisik orang yang diduga berada di sekitar lokasi kejadian.

Sementara rekaman CCTV dan video digunakan untuk mencocokkan keberadaan serta aktivitas orang-orang yang terekam di sekitar tempat kejadian.

Penyidik kemudian melakukan analisis dan persesuaian terhadap informasi tersebut sebelum menghasilkan sketsa wajah.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempersempit pencarian sekaligus membuka peluang bagi masyarakat yang mengenali ciri-ciri kedua pria tersebut untuk memberikan informasi kepada polisi.

Bambang Setiyawan Meninggal Usai Pengeroyokan

Kasus tersebut berkaitan dengan pengeroyokan terhadap Bambang Setiyawan yang terjadi setelah aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan.

Bambang kemudian meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Penyidik kini terus mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat serta memastikan bagaimana aksi kekerasan tersebut berlangsung.

Dua orang yang wajahnya dituangkan dalam sketsa saat ini masih berstatus terduga pelaku, sehingga identitas maupun peran hukum mereka masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan.

Terancam Pasal Pengeroyokan dan Penganiayaan

Polisi menyebut kedua terduga pelaku disangkakan dengan Pasal 262 Ayat (4) dan/atau Pasal 466 Ayat (3) KUHP terkait tindak pidana pengeroyokan dan/atau penganiayaan yang menyebabkan luka atau meninggal dunia.

Penerapan pasal tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan dan akan bergantung pada hasil pembuktian serta konstruksi perkara yang dibangun penyidik.

Polisi masih memburu kedua terduga pelaku dan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat.

Polisi Buru Dua Terduga Pelaku

Penyebaran dua sketsa menjadi perkembangan terbaru dalam pengusutan kasus yang menewaskan Bambang Setiyawan.

Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi apabila mengenali ciri-ciri pria yang tergambar dalam sketsa tersebut.

Namun, informasi dari masyarakat tetap perlu diverifikasi oleh penyidik sebelum dapat dijadikan bagian dari alat bukti atau dasar tindakan hukum.

Polda Metro Jaya kini melanjutkan penyidikan untuk memastikan identitas kedua pria tersebut, mengungkap peran masing-masing, serta menelusuri seluruh rangkaian pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi dalam situasi pascaaksi unjuk rasa dan berujung pada hilangnya nyawa seorang warga.

Hasil penyidikan berikutnya akan menentukan apakah kedua sosok dalam sketsa benar-benar merupakan pelaku serta siapa saja pihak lain yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.

Komentar