Misteri Siswi SMA Hilang di Jaktim: Kenal Pria Lewat Aplikasi Kencan

JurnalPatroliNews | Jakarta — Seorang siswi SMA berinisial F di wilayah Matraman, Jakarta Timur, dilaporkan hilang setelah pergi bersama seorang pria yang dikenalnya melalui aplikasi kencan.

F diketahui bertemu dengan pria tersebut pada Sabtu sore, 29 Agustus 2026. Pria itu disebut berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Kanit Reskrim Polsek Matraman Iptu Ferdian membenarkan adanya laporan orang hilang tersebut. Menurut dia, keduanya sebelumnya berkenalan melalui aplikasi kencan.

“Jadi mereka kenal di aplikasi,” kata Ferdian saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).

Sebelum meninggalkan rumah, F dan pria tersebut sempat berada di kediaman F di kawasan Kayu Manis, Matraman. Keduanya kemudian berpamitan kepada keluarga untuk pergi.

Awalnya, mereka menyampaikan rencana menuju kawasan Pademangan, Jakarta Utara. Namun, dalam perjalanan, tujuan keduanya disebut berubah.

Ferdian menjelaskan pria tersebut sebelumnya sempat meminta bantuan untuk dijemput oleh pihak keluarga F. Permintaan itu tidak terlaksana sehingga pria tersebut datang sendiri ke rumah F.

Setelah berada di rumah F, keduanya kemudian pergi bersama. Kepada keluarga, mereka juga sempat menyampaikan rencana pergi ke Lapangan Banteng untuk menonton konser.

“Perginya juga pamit. Pergi mereka izinnya ke Pademangan, setelah itu pergi lagi izinnya mau ke Lapangan Banteng mau nonton konser,” ujar Ferdian.

Namun, hingga malam hari F tidak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga yang mulai khawatir kemudian melaporkan F ke polisi pada Minggu, 30 Agustus 2026. Laporan yang dibuat merupakan laporan orang hilang, bukan laporan dugaan penculikan.

“Setelah itu nggak ada kabar. Orang tua baru laporan orang hilang, bukan penculikan. Dilaporkan hari Minggu,” kata Ferdian.

Setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung melakukan penelusuran untuk mengetahui keberadaan F dan pria yang bersamanya.

Salah satu langkah yang dilakukan penyidik adalah melacak nomor telepon yang digunakan F serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sepanjang rute perjalanan.

Polisi juga berupaya mengidentifikasi pergerakan kendaraan yang digunakan keduanya.

“ Kita track nomor telepon dulu. Sama cek CCTV rutenya motor itu ke mana. Karena HP-nya mati si perempuan itu,” ujar Ferdian.

Hilangnya sinyal atau kondisi telepon yang tidak aktif menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Karena itu, rekaman CCTV dan jejak perjalanan menjadi bagian penting dalam upaya polisi menemukan keberadaan F.

Sampai Selasa (1/9/2026), atau sekitar tiga hari setelah F pergi dari rumah, polisi masih melakukan pencarian.

Belum ada informasi resmi mengenai keberadaan F maupun kondisi terakhirnya. Polisi juga belum menyimpulkan adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Penyidik masih berupaya menyusun rangkaian perjalanan F sejak meninggalkan rumah hingga titik terakhir yang dapat diketahui.

Keberadaan pria yang pergi bersama F juga menjadi bagian dari penelusuran polisi. Identitas serta hubungan keduanya masih didalami berdasarkan keterangan keluarga dan hasil penyelidikan.

Polisi mengimbau agar informasi terkait keberadaan F disampaikan kepada pihak berwenang apabila masyarakat mengetahui atau menemukan petunjuk mengenai keberadaannya.

Pencarian terus dilakukan dengan mengandalkan pelacakan komunikasi serta penelusuran CCTV untuk mengungkap rute perjalanan F setelah meninggalkan rumah.

Sementara keluarga masih menunggu kepastian mengenai keberadaan F yang hingga kini belum kembali ke rumah.

Komentar