Hilirisasi Tak Cuma Tambah Nilai, Listyo Sigit Dorong Industri Baru dan Serapan Tenaga Kerja

JurnalPatroliNews – Jakarta – Percepatan industrialisasi dan hilirisasi nasional dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia sekaligus memperluas kesempatan kerja. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendorong penguatan agenda tersebut agar mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional dan memperbesar peluang pertumbuhan industri baru.

Menurut Listyo, keberhasilan industrialisasi tidak cukup hanya bertumpu pada pengembangan sektor industri. Ketersediaan tenaga kerja kompeten, peningkatan daya saing perusahaan, serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis juga menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Ia berharap penguatan regulasi dan percepatan hilirisasi dapat mendorong pertumbuhan industri dalam skala besar. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya tercermin dalam peningkatan nilai tambah produk, tetapi juga melalui terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat.

“Dengan penguatan regulasi, percepatan hilirisasi, dan pengembangan industrialisasi nasional, kita berharap ribuan bahkan ratusan ribu industri baru dapat tumbuh dan berkembang, sehingga membuka peluang terciptanya lapangan pekerjaan secara luas,” ujar Listyo dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Listyo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Sinergi pemerintah, dunia usaha, sektor pendidikan, dan tenaga kerja dinilai penting agar kebijakan industrialisasi dapat berjalan efektif serta menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Mari kita satukan tekad, perkuat sinergi, dan terus berkarya untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Luhut: Hilirisasi Merambah Sektor Pertanian dan Riset Genom

Dukungan terhadap keberlanjutan agenda hilirisasi juga disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Ia menegaskan bahwa program hilirisasi akan terus dilanjutkan dan dikembangkan pada berbagai sektor, termasuk pertanian serta riset berbasis teknologi.

Salah satu rencana yang disampaikan Luhut adalah peresmian pusat riset genome sequencing di kawasan Toba oleh Presiden Prabowo Subianto. Peresmian tersebut direncanakan berlangsung pada Maret 2027, dengan catatan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Selain pengembangan riset genom, Luhut menyebut hilirisasi juga diarahkan pada komoditas pertanian, termasuk kratom dan kemenyan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengolahan komoditas di dalam negeri agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

“Ini saya kira juga kemajuan lain ya persiapan kami untuk ini segera bisa digelar. Dan Presiden bersedia nanti kalau semua sesuai dengan rencana pada bulan Maret tahun depan akan meresmikan ini,” kata Luhut.

Pengembangan hilirisasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa agenda peningkatan nilai tambah tidak hanya berkaitan dengan industri pengolahan mineral, tetapi juga berpotensi mencakup komoditas pertanian dan pengembangan teknologi.

Ke depan, tantangan utamanya adalah memastikan pertumbuhan industri diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan pekerjaan yang layak, serta keterlibatan pelaku usaha nasional. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor, industrialisasi diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Komentar