Pasar Kerja Terus Berubah, Kemnaker Bekali Peserta Pelatihan Vokasi di Banyuwangi

JurnalPatroliNews | Banyuwangi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi calon tenaga kerja melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Non-Batch 5 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi, Jawa Timur. Pelatihan yang dibuka pada 19 Oktober 2026 tersebut diikuti 68 peserta dengan lima pilihan program keterampilan.

Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, dalam kegiatan Vokasi Connect. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pembekalan keterampilan, tetapi juga membantu peserta memahami dinamika pasar kerja dan kebutuhan kompetensi di dunia industri.

“Pasar kerja terus berubah dengan cepat, dan hanya mereka yang mau belajar serta meningkatkan kompetensi yang akan mampu bertahan dan berkembang,” kata Sukro melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (22/10/2026).

Sebanyak 68 peserta mengikuti lima program pelatihan, yakni Service Sepeda Motor Injeksi sebanyak 18 orang, Pembuatan Konten Visual untuk Media Sosial 20 orang, Practical Office Tingkat Lanjut 13 orang, Pembuatan Espresso dan Latte Art sembilan orang, serta Internet of Things (IoT) delapan orang.

Menurut Sukro, Kemnaker telah menyiapkan berbagai layanan ketenagakerjaan yang dapat diakses melalui aplikasi SIAPkerja. Layanan tersebut mencakup pelatihan vokasi, BizHub untuk program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) tingkat pemula dan lanjutan, SertiHub untuk sertifikasi kompetensi, KarirHub untuk informasi lowongan kerja, serta MagangHub untuk layanan pemagangan.

Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan secara optimal agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Peningkatan kompetensi harus menjadi bekal untuk menghadapi persaingan kerja. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti pelatihan dengan serius dan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh,” demikian pesan Sukro kepada para peserta.

Selain pelatihan teknis, Vokasi Connect juga menghadirkan sesi penguatan pemahaman pasar kerja bersama Tim Pusat Pasar Kerja. Ema Prihatini memaparkan kebijakan ketenagakerjaan di dalam negeri, sedangkan Baskoro Putra Aditya menjelaskan cara membaca kondisi pasar kerja dan menyusun langkah karier sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai pemanfaatan Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK), termasuk melalui peran Bursa Kerja Khusus (BKK) dan guru bimbingan konseling (BK).

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai peluang kerja, informasi pasar tenaga kerja, serta jalur pengembangan karier.

Pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan kompetensi calon tenaga kerja dengan kebutuhan pasar. Kesesuaian keterampilan, akses informasi lowongan, dan pemanfaatan layanan ketenagakerjaan diharapkan dapat memperkuat kesiapan peserta menghadapi persaingan kerja yang terus berkembang.

Komentar