Kasus Kriminal Libatkan WNA di Bali Turun 23 Persen, Polda Bali Pastikan Wisata Pulau Dewata Tetap Aman

Polda Bali juga memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing melalui website dan Command Center Cakra Pengawasan Orang Asing (Cakrawasi) yang resmi diluncurkan pada 13 Maret 2026. Sistem berbasis teknologi ini digunakan untuk memantau keberadaan dan aktivitas WNA di Bali secara terintegrasi dan real time.

Daniel menyebut pengembangan Cakrawasi dilakukan seiring tingginya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali yang pada 2025 mencapai 7,05 juta orang, naik 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Melalui sistem ini, pergerakan WNA dapat dipantau melalui laporan hotel, penginapan, dan stakeholder terkait, sehingga potensi aktivitas mencurigakan maupun pelanggaran hukum dapat lebih cepat dideteksi dan diatasi.

“Dengan Cakrawasi ini kita bisa melihat pergerakan mereka semua melalui laporan hotel atau penginapan. Sehingga ketika ada sesuatu yang agak ganjil, ini kita bisa deteksi,” ujar Daniel.

Keberadaan Command Center Cakrawasi juga memungkinkan data yang masuk diverifikasi dan ditindaklanjuti secara cepat sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan kawasan wisata.

Koordinasi dengan pihak Imigrasi, Dinas Pariwisata, kedutaan besar negara sahabat, asosiasi hotel, villa, serta operator tur juga terus ditingkatkan melalui safety briefing berkala.

Bahkan, Polda Bali tengah mempersiapkan Operasi Sikat Agung tahap 2 yang akan difokuskan pada perlindungan wisatawan asing.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan, baik yang dilakukan oleh orang asing maupun lokal. Keamanan Bali adalah tanggung jawab bersama,” tambah Daniel.

Polda Bali menegaskan mayoritas kunjungan wisatawan ke Bali selama ini berlangsung aman dan nyaman. Tren penurunan kriminalitas sebesar 23 persen pada Januari-April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu disebut menjadi indikator kuat bahwa situasi keamanan di Pulau Dewata tetap kondusif.