JurnalPatroliNews – Jakarta – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus menekan lonjakan harga beras, Polda Metro Jaya mengadakan Gerakan Pangan Murah selama enam hari, mulai Senin (11/8) hingga Sabtu (16/8), di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya. Kegiatan serupa juga akan berlangsung serentak di seluruh Polres pada Rabu (13/8).
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Djati Wiyoto Abadhy, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meringankan beban masyarakat dengan menyediakan beras berkualitas pada harga yang terjangkau. “Melalui kegiatan ini, warga bisa membeli beras dengan harga yang jauh di bawah pasaran,” ujarnya.
Beras kemasan 5 kilogram dijual hanya Rp55.000 atau Rp11.000 per kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.500 per kilogram.
Polda Metro Jaya menargetkan penjualan hingga 40 ton beras selama kegiatan berlangsung. Untuk memenuhi pasokan, pihak kepolisian bekerja sama dengan Perum Bulog wilayah DKI Jakarta dan Banten. “Kalau antusiasme warga tinggi, kami akan berkoordinasi dengan Bulog untuk menambah kuota harian,” kata Djati.
Ia menambahkan, inisiatif ini diharapkan mampu memberikan solusi di tengah kenaikan harga beras belakangan ini. “Berdasarkan keterangan warga, harga beras di pasaran bisa mencapai Rp75.000 per 5 kilogram. Artinya, dengan harga di Gerakan Pangan Murah, warga dapat menghemat cukup besar,” ungkapnya.
Jika mengacu pada HET pemerintah sebesar Rp12.000, warga yang membeli di lokasi ini bisa menghemat Rp1.500 per kilogram. “Kalau membeli dua kemasan sekaligus, penghematan total bisa mencapai Rp15.000,” pungkasnya.














