JurnalPatroliNews – Jakarta – Gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini membuat sejumlah negara mengeluarkan peringatan kepada warganya. Mereka diminta waspada dan menjauhi area yang menjadi titik keramaian demonstrasi.
Pemerintah Malaysia, misalnya, melalui Kedutaan Besar di Jakarta mengingatkan warganya yang tinggal maupun berkunjung ke Indonesia agar memantau situasi terkini sebelum melakukan perjalanan.
“Kedutaan Besar Malaysia menyarankan warga yang bermukim maupun berwisata dan berbisnis di Jakarta untuk terus mengikuti perkembangan demonstrasi melalui informasi resmi pemerintah dan media lokal,” tulis pernyataan resmi Kedubes Malaysia, Minggu (31/8/2025).
Hal senada juga disampaikan oleh pemerintah Singapura. Lewat unggahan di akun Facebook resmi, Kedubes Singapura menegaskan warganya harus menghindari titik-titik demonstrasi yang masih berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
“Tetaplah waspada, ikuti perkembangan melalui berita lokal, dan patuhi arahan otoritas. Bagi warga Singapura, kami juga mendorong untuk melakukan e-Registrasi di Kementerian Luar Negeri Singapura,” bunyi keterangan yang dirilis pada Sabtu (30/8).
Selain itu, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui akun Instagram @franceinindonesia turut menyampaikan imbauan serupa. Mereka meminta warga negara Prancis tetap berhati-hati, mengikuti instruksi pemerintah setempat, serta menghindari area yang rawan atau terbatas.
Jepang pun tidak ketinggalan. Dalam pernyataan resminya, Kedubes Jepang di Jakarta mengingatkan warganya agar tidak berada di dekat gedung DPR, DPRD, maupun fasilitas kepolisian yang rawan menjadi titik aksi.
“Jika mendapati diri berada di area demonstrasi, segera tinggalkan lokasi,” tegas pihak Kedubes Jepang.
Sementara itu, Filipina telah lebih dulu merilis imbauan, disusul oleh Amerika Serikat dan Kanada yang juga memperingatkan warganya untuk menjauhi kerumunan serta lokasi protes di Indonesia.
Langkah sejumlah negara ini menandai adanya kekhawatiran internasional terhadap keamanan warganya di tengah situasi sosial-politik yang tengah memanas di Indonesia.














