Bitcoin Merosot ke 90.110 Dolar AS, Tekanan Jual Meningkat dan Pasar Dibayangi Ketidakpastian The Fed

JurnalPatroliNews – Jakarta – Nilai Bitcoin kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa siang, 9 Desember 2025. Kripto terbesar dunia itu turun 1,52 persen hingga berada di kisaran 90.110 Dolar AS.

Berdasarkan data CoinMarketCap, pelemahan Bitcoin sudah terlihat beberapa hari terakhir. Salah satu faktor yang banyak diperbincangkan adalah dugaan adanya aksi manipulasi dari investor berkantong besar.

Analis pasar kripto menemukan pola menarik: sejak awal November, harga Bitcoin berulang kali anjlok tajam sekitar pukul 10 pagi waktu New York, bersamaan dengan pembukaan pasar Amerika Serikat. Hampir 171 juta Dolar AS posisi long terhantam likuidasi akhir pekan lalu ketika volatilitas mendadak melonjak. Perusahaan besar seperti Jane Street—pengelola ETF Bitcoin BlackRock bernilai 2,5 miliar Dolar AS—ikut menjadi sorotan.

Aktivitas high-frequency trading diduga menjadi pemicu gelombang likuidasi bertingkat, sehingga memunculkan tekanan jual yang tampak tidak natural. Padahal, secara fundamental, sejumlah sentimen masih positif. Misalnya, MicroStrategy kembali menambah kepemilikan Bitcoin senilai 962 juta Dolar AS.

Di sisi lain, pelaku pasar semakin berhati-hati menjelang keputusan suku bunga The Federal Reserve. Probabilitas pemangkasan 25 basis poin disebut mencapai 87 persen, tetapi sebagian analis mengingatkan kemungkinan Fed justru memberikan sinyal “hawkish pause” yang bisa menunda siklus pelonggaran berikutnya.

Tekanan teknikal juga ikut memperberat situasi. Saat ini Bitcoin bergerak di bawah Simple Moving Average (SMA) 30 hari di level 92.383 Dolar AS dan telah keluar dari kanal tren naik yang terbentuk selama beberapa bulan. Jika koreksi berlanjut hingga melewati batas 89.700 Dolar AS, peluang penurunan menuju sekitar 86.388 Dolar AS—level Fibonacci 78,6 persen—diperkirakan makin terbuka.