JurnalPatroliNews – Jakarta – Sorotan publik terhadap penggunaan anggaran negara kembali mencuat. Setelah polemik di Badan Gizi Nasional (BGN), kini perhatian tertuju pada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait sejumlah pos belanja yang dinilai tidak lazim.
Isu ini mengemuka setelah konten kreator Abil Sudarman mengunggah video yang mengulas penggunaan anggaran Komdigi. Dalam kontennya, ia menyoroti nilai belanja sewa tanaman hias yang mencapai lebih dari Rp1 miliar.
“Rp1 miliar buat sewa tanaman hias, buat apaan itu? Gue rasa dia bikin Garden by the Bay yang kayak di Singapura,” sindir Abil dalam unggahannya, Jumat (17/4/2026).
Berdasarkan penelusuran, anggaran sewa tanaman hias tercatat sebesar Rp1,17 miliar untuk durasi 12 bulan. Pengadaan tersebut diperuntukkan bagi sejumlah area, antara lain lantai 7 Gedung Komdigi, ruang Wakil Menteri, serta rumah dinas Menteri Komdigi.
Selain itu, anggaran lain yang turut menjadi sorotan adalah paket pemeliharaan akuarium di area kerja pimpinan Komdigi. Nilai anggaran untuk pemeliharaan ini mencapai Rp153,18 juta dalam periode satu tahun.
Tak hanya itu, ditemukan pula paket anggaran sewa mesin fotokopi untuk Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi. Proyek tersebut dilakukan melalui sistem e-purchasing dengan nilai pagu mencapai Rp1,116 miliar yang bersumber dari APBN untuk periode Januari hingga Desember 2026.
Sejumlah kalangan menilai besarnya anggaran pada pos-pos tersebut perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait, terutama terkait urgensi dan efektivitas penggunaannya dalam mendukung kinerja institusi.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Komdigi terkait polemik tersebut. Namun, isu ini kembali memicu diskusi publik mengenai transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran negara.














