Beragam Inovasi dan Teknologi Dukung Grup PHI di Zona 9 Lampaui Target Produksi Migas 2025

Untuk produksi gas, PHSS menerapkan teknologi Capillary String yang dapat menekan potensi gangguan aliran dan meningkatkan stabilitas produksi sekitar 0,36 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Sementara itu, Pertamina EP Sangasanga mengaplikasikan Wellhead CompressorMini Gas Compressor pada sumur-sumur borderless atau yang beririsan dengan wilayah kerja/entitas Pertamina lainnya.

Inovasi ini berhasil meningkatkan produksi sumur yang bertekanan rendah hingga 15 kali lipat dibandingkan kondisi awal. Kemudian di lapangan TSS menunjukkan kestabilan produksi gas berhasil mencapai 117 persen dibandingkan target yang telah ditetapkan untuk tahun 2025.

Di sisi operasional, kinerja ditopang oleh percepatan jadwal pengeboran dan intervensi sumur dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

“Pendekatan operasional migas yang terintegrasi dan penguatan budaya selamat menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan kinerja PHSS dan PEP di Zona 9 dalam mendukung ketahanan energi nasional,” pungkasnya.

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan yang meliputi Zona 8, Zona 9 dan Zona 10 sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mencapai visinya menjadi perusahaan migas kelas dunia.

Melalui anak perusahaan dan afiliasinya yang bekerja sama dengan SKK Migas, PHI menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur, dan Tanggap Bencana guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.