JurnalPatroliNews | Jakarta – Dukungan keluarga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terhadap warga Pati tidak berhenti pada penyediaan tempat singgah di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Sehari menjelang aksi di Gedung DPR RI, putri bungsu Gus Dur, Inayah Wahid, datang langsung menemui warga Pati yang tengah mempersiapkan aksi dan membakar semangat mereka.
Inayah mendatangi puluhan warga Pati yang berada di sekitar Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026), atau sehari sebelum Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi unjuk rasa.
Kehadiran Inayah bukan sekadar untuk menemui massa. Di tengah warga yang sedang beristirahat, ia berdiri dan menyampaikan orasi untuk membangkitkan semangat peserta aksi.
Dalam pesannya, Inayah mengingatkan bahwa Pati memiliki sejarah dalam dinamika pergerakan Indonesia. Karena itu, ia meminta warga tidak menghentikan perjuangan yang tengah dilakukan.
Menurut Inayah, perjuangan warga Pati tidak semestinya berhenti pada persoalan daerah. Ia mendorong agar semangat tersebut diarahkan pada kepentingan yang lebih luas, yakni Indonesia.
“Dan faktanya Pati adalah salah satu di mana pergerakan Indonesia dimulai. Jadi tidak boleh berhenti. Habis ini perjuangannya bukan untuk Pati tapi untuk Indonesia. Hidup Pati! Jangan berhenti! Pati tidak berhenti! Pati tidak berhenti!” seru Inayah di hadapan massa.
Seruan tersebut disampaikan ketika warga Pati tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti aksi di depan kompleks parlemen.
Rumah Keluarga Gus Dur Jadi Tempat Singgah
Dukungan keluarga Gus Dur kepada warga Pati sebelumnya terlihat dari penyediaan rumah keluarga di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sebagai tempat beristirahat selama mereka berada di Jakarta.
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, membenarkan bahwa warga Pati sempat menggunakan rumah keluarga Gus Dur sebagai tempat singgah selama beberapa hari.
Namun, tempat tersebut kemudian tidak lagi digunakan setelah keluarga Gus Dur harus berangkat ke Jombang untuk menghadiri Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).
“Kemarin kami istirahat di rumahnya keluarga Gus Dur ya, di Ciganjur. Terus karena pagi tadi keluarga Gus Dur ada perjalanan ke Jombang menghadiri Muktamar NU, akhirnya kami juga enggak enak, akhirnya kami nanti cari tempat yang lain lah,” ujar Botok kepada wartawan di depan Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026).
Setelah itu, massa AMPB berencana mencari lokasi singgah lainnya selama berada di Jakarta.
AMPB Bawa Dua Tuntutan
Kehadiran warga Pati di Jakarta merupakan bagian dari agenda Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang akan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).
Dalam aksi tersebut, AMPB membawa dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset segera disahkan. Kedua, massa meminta penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Dua tuntutan tersebut menjadi isu utama yang akan disuarakan warga Pati dalam aksi di kompleks parlemen.
Dukungan Inayah Wahid menambah warna tersendiri menjelang aksi tersebut. Putri bungsu Gus Dur itu tidak hanya hadir menemui massa, tetapi juga menyampaikan pesan agar semangat perjuangan warga Pati tidak berhenti pada satu momentum.
Bagi Inayah, perjuangan yang dibawa warga Pati dapat memiliki makna lebih luas apabila diarahkan pada kepentingan bangsa.
Sementara itu, massa AMPB terus mempersiapkan aksi yang dijadwalkan berlangsung Kamis (27/8/2026). Kehadiran mereka di Jakarta menjadi bagian dari upaya menyampaikan aspirasi secara langsung kepada lembaga legislatif terkait agenda pemberantasan korupsi dan penguatan instrumen hukum melalui RUU Perampasan Aset.
Bagi AMPB, aksi di depan DPR bukan sekadar demonstrasi sehari. Kehadiran warga Pati di Jakarta menjadi simbol desakan publik agar agenda pemberantasan korupsi tidak berhenti pada penindakan, tetapi diperkuat melalui pengesahan RUU Perampasan Aset dan reformasi hukum yang dinilai mampu mengembalikan kerugian negara.















Komentar