JurnalPatroliNews – Jakarta – Pergerakan Bitcoin pada Jumat siang, 28 November 2025, menunjukkan stabilitas. Aset kripto terbesar dunia itu menguat tipis 0,4 persen ke kisaran 91.452 Dolar AS, melanjutkan penguatan dalam tujuh hari terakhir yang sudah menembus lebih dari 6,47 persen.
Meski demikian, jika dibandingkan kinerja sebulan terakhir, Bitcoin masih terkoreksi sekitar 18,95 persen.
Laporan CoinMarketCap mencatat bahwa lonjakan moderat ini dipengaruhi beberapa faktor: sentimen bullish pada posisi opsi, sinyal pemulihan teknikal, serta perkembangan regulasi yang relatif kondusif yang mampu meredam kekhawatiran pasar terkait kebijakan pajak.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve sebesar 25 basis poin pada Desember juga memperkuat optimisme pelaku pasar kripto.
Dari sudut pandang teknikal, Bitcoin sempat kembali menyentuh area Fibonacci retracement 50 persen di level 97.151 Dolar AS, dan hingga kini masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 30 hari yang berada pada 98.130 Dolar AS.
Sektor regulasi pun memberi efek positif. Kekhawatiran investor sempat meningkat usai pemerintah Spanyol mengusulkan pajak aset digital hingga 47 persen. Namun ternyata pasar cepat pulih setelah serangkaian kabar baik bermunculan:
SEC Amerika Serikat menghentikan gugatan terhadap Binance,
Otoritas Inggris memberi sinyal lebih ramah pada instrumen ETN Bitcoin untuk investor ritel,
Thailand membebaskan pajak atas keuntungan perdagangan kripto di bursa domestik.
Kombinasi faktor teknis dan kebijakan ini diyakini membantu mempertahankan kepercayaan investor serta mendukung pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.














