HeadlineNasional

Mahasiswa Sebut Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan, Stafsus Presiden: Cek Survei Kinerja Presiden!

Beno
×

Mahasiswa Sebut Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan, Stafsus Presiden: Cek Survei Kinerja Presiden!

Sebarkan artikel ini
(Dok. Facebook/Hendra Suhada)

JurnalPatroliNews – Jakarta,- Ari Dwipayana, Koordinator Staf Khusus Presiden RI, menjelaskan kritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada tentang kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mesti diuji melalui argumentasi berdasarkan fakta.

“Dalam negara demokrasi, yang namanya kritik, yang namanya pujian dan kepercayaan kepada penyelenggara negara, adalah hal yang wajar,” ujar Ari Dwipayana, di Jakarta, Sabtu (9/12/23).

JPN - advertising column


Example 300x600
JPN - advertising column

Penjelasan ini langsung, direspon oleh Ari Dwipayana, bahwa kritik yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) terhadap  Presiden Jokowi.

Ari menyampaikan, dalam setiap kinerja pemerintah mendapatkan reaksi beragam dari masyarakat, ada yang merasa tidak puas, ada yang puas, sebaliknya sangat puas.

“Coba cek saja penilaian lembaga-lembaga survei terhadap kinerja presiden. Juga bisa cek aktivitas Presiden yang lebih sering turun ke lapangan, mendengarkan suara masyarakat,” tambahnya.

Dia sangat memahami, bahwa semua kritik yang disampaikan, sah-sah saja untuk dilakukan, dalam upaya menarik perhatian atau membangun opini di tengah kontestasi politik Pemilu 2024 termasuk kepentingan electoral.

“Tapi, semua opini itu harus diuji dengan argumentasi, dengan fakta, dengan bukti,” imbuhnya.

Demikian juga, masukan baik pujian ataupun kritik, tambah Ari, akan selalu menjadi ‘vitamin’ untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, sehingga oleh masyarakat dirasakan manfaatnya.

Diketahui, adanya kritik terhadap Presiden Jokowi, terpasangnya banner memuat tulisan berwarna merah “Penyerahan Nominasi Alumnus UGM Paling Memalukan” dengan wajah Presiden Jokowi yang terbagi menjadi dua sisi, menggunakan mahkota raja dan topi petani, terpampang sejak Jumat (8/12/23), tepatnya di sebelah utara Bundaran UGM, Yogyakarta.

Penulis: Pnc*Editor: Beno