Energi Adalah Pilar Peradaban
Kemandirian energi bukan soal angka semata. Ini adalah fondasi kedaulatan bangsa. Apakah kita ingin menentukan arah sendiri atau terus dikendalikan pasar global?
Pertamina tak cukup hanya menjadi perusahaan. Ia harus menjadi gerakan nasional—simbol kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kekuatannya sendiri.
Karena itu, arah baru juga menyentuh sektor energi hijau. Investasi di bioenergi, panas bumi, dan tenaga surya adalah keharusan. Indonesia harus menjadi pelopor energi bersih di kawasan.
Kami juga mengusulkan lahirnya Pertamina Energy Innovation Hub, pusat inovasi yang mempertemukan akademisi, pelaku startup, dan industri energi. Ini adalah jalan untuk mempercepat lompatan teknologi dan menjawab tantangan masa depan.
Reformasi Birokrasi dan Insentif Nyata
Untuk memperlancar jalannya transformasi, perlu dirancang regulasi baru: sistem insentif fiskal bagi investasi EOR, skema bagi hasil yang transparan, hingga platform pemantauan daring yang mencegah potensi korupsi pengadaan.
Birokrasi perizinan juga harus disederhanakan melalui kebijakan fast-track berbasis UU khusus yang melindungi reformasi dari gangguan politik musiman.
Di titik akhir, kebangkitan Pertamina bukan hanya kerja teknokratik, tapi narasi kebangsaan. Energi dan budaya harus bertaut, karena investasi budaya adalah penegasan jati diri bangsa. Festival seni bukan sekadar CSR, melainkan modal sosial untuk membangun Indonesia yang kuat.
Dan jika cita-cita besar ini tercapai, itu karena kita semua bergerak bersama—pemerintah pusat dan daerah, swasta, komunitas, teknokrat, dan budayawan—dalam satu napas perjuangan: demi kejayaan merah putih.














