Ia menambahkan, peningkatan kesehatan ibu dan anak menjadi fokus utama dalam mewujudkan generasi yang sehat dan produktif. Karena itu, perusahaan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari tenaga medis, kader, hingga komunitas lokal.
Dalam pelaksanaannya, PROKESMAS PUJA terdiri atas lima subprogram utama:
IKAN PESUT (Ikatan Kader Pemburu Suspek Tuberkulosis) fokus pada skrining, kunjungan rumah, dan pendampingan pasien TB. Sejak 2022, sebanyak 199 warga telah diperiksa dengan hasil penurunan kasus yang signifikan.
PANTAS PENTAS (Pantang Anak Stunting dan Penanggulangan Anak Stunting) melalui pemantauan gizi balita, PMT, dan pembentukan Rumah Bahagia, sebanyak 29 dari 137 anak berhasil keluar dari status stunting.
PUSPA KASIH (Pusat Pemantauan Persalinan Aman Kader Sayang Ibu Hamil) fokus pada pendampingan ibu hamil dan persalinan, dengan catatan nol kasus kematian ibu selama 2023–2025.
KUPENDAM ASA (Kumpulan Pendonor Maternal Agar Selamat) membentuk jaringan 50 pendonor darah sukarela dengan kegiatan donor rutin dua hingga tiga kali per tahun.
TATO MACAN (Taman TOGA Makin Cantik) – mengubah lahan seluas 25×25 meter menjadi kebun gizi dengan lebih dari 30 jenis tanaman obat keluarga, termasuk kelor sebagai bahan tambahan pangan.
Kepala UPTD Puskesmas Samboja, Su’ud, menilai pendekatan ini lebih efektif dibandingkan metode sebelumnya.
“Dulu PMT dilakukan di rumah masing-masing dan sering tidak habis. Sekarang, anak-anak makan bersama di Rumah Bahagia sambil beraktivitas, sehingga lebih antusias dan mudah dipantau kesehatannya,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari Plt. Lurah Sungai Seluang, Rahman Rusmana, yang menilai kolaborasi lintas pihak ini menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan.
“Program ini luar biasa karena terintegrasi dari pengelolaan sampah, pemanfaatan pupuk, hingga hasil tanaman yang mendukung gizi anak. Semua dilakukan bersama warga,” ujarnya.
Melalui PROKESMAS PUJA, PEP Sangasanga turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
“Program ini membuktikan bahwa sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan,” tutup Dony.
Sebagai informasi, PEP Sangasanga Field merupakan bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI). Bersama SKK Migas, PEP Sangasanga aktif menjalankan berbagai program TJSL di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana sejalan dengan misi pembangunan berkelanjutan.














